IndoElection.com, Jakarta - Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, sempat memperkirakan tentang adanya kemungkinan koalisi tujuh partai politik pada Pilkada DKI Jakarta.
Ketujuh partai yang dimaksud adalah PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.
Sandiaga memetakan tujuh parpol itu karena melihat ada kesamaan pandangan dari semua parpol tersebut, yakni sama-sama tidak mendukung bakal calon gubernur jalur independen.
Adapun sampai saat ini, bakal calon independen baru pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Heru Budi Hartono. Pasangan ini telah didukung oleh Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar.
Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai, kecil kemungkinan PDI-P untuk bergabung dalam koalisi seperti yang disebut Sandiaga.
Bahkan, dengan kapasitas PDIP sebagai pemilik kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta, ada kemungkinan PDIP mengajukan calonnya sendiri.
“Yang paling besar kemungkinannya koalisi itu terjadi minus PDIP. Kemungkinan besar bila PDI-P sendiri, maka PKB dan PPP akan merapat ke PDIP,” kata Hendri, Sabtu (9/7/2016).
Jika skenario yang dijelaskan Hendri terjadi, maka kemungkinan besar akan ada tiga pasang calon yang bertanding pada Pilkada DKI tahun depan.
Komposisi tiga pasang calon berasal dari kubu jalur independen dengan dukungan tiga parpol, calon usungan PDIP dan koalisinya, serta calon dari koalisi Gerindra dan teman-temannya.
Menurut Hendri, dari penilaian Sandiaga soal tujuh parpol “Koalisi Rakyat Jakarta”, masih akan sulit mempertemukan PDIP dengan Partai Demokrat.
Jika hal itu bisa diatasi, maka ada kemungkinan ketujuh parpol tersebut bisa berkoalisi untuk berhadapan dengan pasangan calon jalur independen. (dik)
BeritaPrima.com Bicara Fakta