Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Senin , 29 Agustus 2016
tewas3

Dituduh Tukang Santet, Tabib Pengobatan Alternatif Tewas Dibantai

BeritaPrima.com, Sumenep - Warga Dusun Platokan, Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep digegerkan dengan penemuan sesosok mayat penuh luka, di sebuah ladang setempat.

Mayat laki-laki itu diketahui bernama Debeg alias pak Sira (80), warga setempat. Korban sehari-harinya dikenal sebagai tabib pengobatan alternatif.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri, Monari (70), saat akan mencari rumput. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Menurut keterangan istri korban, korban pamit keluar rumah jam 8 malam. Setelah itu lorban semalaman tidak pulang. Keesokan harinya, saat istrinya keluar rumah mau cari rumput, melihat suaminya tergeletak tak bernyawa dengan tubuh penuh luka,” kata Kapolsek Pasongsongan, Iptu Abd. Holik, Senin (25/07/16).

Korban mengalami luka robek diduga akibat sabetan senjata tajam di lengan, telinga kiri, kepala atas kiri, dahi atas, luka di dahi kanan tembus tulang, luka di pipi kanan tembus tulang, alis kanan tembus tulang.

“Selain itu, korban juga mengalami luka di bibir atas, rahang bawah kanan dan kiri, luka lecet lengan kiri tidak beraturan. Sayangnya keluarga korban keberatan untuk dilakukan otopsi,” terangnya.

Menurut Holik, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pada sejumlah saksi.

“Kami belum bisa menyimpulkan motif penganiayaan yang menyebabkan korban tewas ini. Yang jelas kami masih melakukan penyelidikan mendalam,” ungkapnya.

Sas sus yang beredar di warga, korban selain melakukan pengobatan, juga diduga merupakan dukun santet.

“Diduga, korban ini dibunuh karena dituduh tukang santet. Biasanya ada warga yang sakit, kemudian bermimpi melihat wajah korban. Jadi korban kemudian dituduh telah mengirimkan santet pada yang sakit,” ucap salah satu warga setempat, Moh. Dowi. (ren)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *