Dibangun Tahun Ini, LRT Diklaim Kurangi Kemacetan 30%

LRT yang sudah berjalan di negara-negara maju.

LRT yang sudah berjalan di negara-negara maju.

BeritaPrima, Jakarta - Proyek transportasi massal terintegrasi yakni Light Rail Train (LRT) akan dibangun tahun ini dengan total jarak sepanjang 30 kilometer (km). Proyek diperkirakan mampu mengurangi kemacetan kota Jakarta dan sekitarnya hingga 30 persen.

Hal ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah melakukan rapat terbatas (ratas) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegero, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan beberapa direksi BUMN karya.

“Bahwa sesuai arahan bapak Presiden semua rencana untuk pengembangan transportasi di Jabodetabek harus dijalankan mulai tahun ini, jadi tidak ditunda lagi,” tegas Jonan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Menurut Jonan, pembangunan LRT ini akan dikerjakan beberapa BUMN karya, seperti halnya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan BUMN lainnya. Nantinya akan dibentuk konsorsium BUMN.

“Nanti akan dibentuk, belum tahu persis siapa saja yang ikut,” jelasnya.

Jonan menjelaskan, proyek sepanjang 30 km ini akan dimulai rutenya dari Cibubur, Halim dan Grogol. Selain itu akan disambungkan dengan kereta api bandara ke Soekarno Hatta (Soetta).

Sementara itu, terkait pembiayaan LRT ini, menurut Jonan mencapai Rp307 miliar per km. Hal tersebut merupakan laporan dari pihak Adhi Karya.

“Tadi itu dilaporkan oleh Adhi Karya itu sekitar Rp307 miliar per km dan akan diusahakan dari konsorsium BUMN dan pinjaman luar negeri, serta partisipasi DKI tentunya sesuai ketentuan,” tukasnya.

Sementara itu Direktur Utama JSMR Adityawarman menuturkan, apabila proyek ini rampung diselesaikan, akan mengurangi kemacetan kota Jakarta sebesar 30 persen.

“Kalau ini jadi bisa 30 persen (kurangi macet), cukup bagus,” ucap Adityawarman di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (1/4/2015).

Diakui Adityawarman, dalam ratas tersebut memang Jokowi menyoroti macetnya kota Jakarta. Untuk itulah dibutuhkan transportasi massal yang dapat mengurangi kemacetan yakni LRT.

“Karena Jokowi melihat tiap hari macet. Beliau minta segera bentuk tim terintegrasi sehingga tahun ini bisa dilaksanakan. Ini jadi bangun LRT, yang diatas itu untuk dari Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang,” jelasnya.

Menurutnya, untuk menjalankan proyek ini setidaknya membutuhkan kerjasama antara BUMN lain dan pemerintah daerah DKI Jakarta. Lantaran, proyek ini memang dikhususkan untuk mengurangi kemacetan Jakarta.

“Kalau enggak salah ada tujuh BUMN. Jasamarga, INKA, KAI, para kontraktor lain. Jadi sinergitas,” imbuhnya.

Lanjut Adityawarman, untuk mempercepat pengerjaannya, akan dilakukan pembahasan lebih lanjut hingga dua minggu ke depan. Termasuk penghitung tarif dan pembagian dalam membiayai proyek ini.

“Jadi pemerintah berapa, dari konsorsium berapa. Karena ini kan untuk transportasi publik. Kan enggak mungkin tarifnya mahal. Makanya pemerintah mau berikan subsidi berapa. Nanti dihitung baliklah,” ucapnya. (aud)

Kategori: Bisnis

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*