Februari Terjadi Deflasi 0,36% Akibat Penurunan Harga Premium

spbu

Illustrasi penurunan harga BBM. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada Februari 2015 sebesar 0,36 persen. Deflasi terjadi meskipun harga beras di pasaran mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

“Februari kita deflasi 0,36 persen. Cukup rendah ,” ungkap Deputi bidang bidang Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di kantornya, Jakarta, Senin (2/3/2015).

Menurut dia, deflasi ini disebabkan efek penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium masih terasa pada bulan tersebut. Selain itu, harga cabai juga mengalami penurunan. “Yang sangat tajam turunnya cabai. Cabai masih pedas tapi relatif lebih murah,” katanya.

Sasmito menuturkan, dari 82 kota ada 70 yang mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Bukittinggi 2,35 persen dan terendah di Jayapura 0,04 persen.

Sedangkan untuk inflasi tertinggi berada di Tual 3,2 persen. Hal ini dikarenakan harga ikan naik tajam. “Harga ikan naik tajam di Tual, makanya inflasinya tinggi,” jelas dia.

Sekadar informasi, pada Januari juga tercatat terjadi deflasi sebesar 0,24 persen, yakni secara year on year mencapai 6,96 persen. Sedangkan pada Desember 2014, mengalami inflasi sebesar 2,46 persen.

Padahal, salah satu penyumbang inflasi terbesar adalah pangan yang berasal dari beras. Tercatat, meskipun pada Januari 2015 terjadi deflasi, beras masih menyumbang inflasi dengan andil 0,07 persen.

(feb)

Kategori: Keuangan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*