FBR Tuntut Pelaku Pemukulan Anggotanya Serahkan Diri ke Polisi

Massa FBR menuntut pelaku penyerangan menyerahkan diri.

Massa FBR menuntut pelaku penyerangan menyerahkan diri.

BeritaPrima, Jakarta - Pascaaksi penyerangan terhadap Mall of Indonesia (MOI), di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat 29 Mei 2015 lalu, Ketua Forum Betawi Rempug (FBR), Luthfie Hakim menyerukan kepada pelaku pemukulan terhadap anggotanya, Iwan Setiawan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.

“Kami datang hanya untuk aksi damai agar pemukul anggota kami menyerahkan diri ke polisi,” ujar Luthfie kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (31/5/2015).

Luthfie menjelaskan, kala itu anggota FBR yang berniat melakukan aksi damai, namun malah mendapat perlawanan dari pihak keamanan pusat perbelanjaan di pesisir Ibu Kota.

Keributan antara kedua belah pihak pun tidak dapat terhindarkan, sehingga berujung aksi pengerusakan sejumlah fasilitas mal seperti pos parkir.

Terkait sembilan anggotanya yang telah ditahan oleh polisi, Luthfie menegaskan, pihaknya akan memberi bantuan hukum terhadap sembilan anggotanya yang terlibat aksi penyerangan tersebut.

Dia juga mempersilakan kepolisian untuk melakukan proses hukum terhadap para anggotanya jika memang terbukti bersalah.

“Sebagai anggota, mereka akan tetap mendapat hak mereka untuk dibela oleh kami. Kejadian seperti kekerasan itu tak bisa dibenarkan juga. Seharusnya sebelum itu terjadi bisa dicegah,” terangnya.

Seperti diberitakan, penyerangan ormas FBR berawal dari pengakuan seorang anggotanya bernama Iwan Setiawan yang mengaku dipukuli oleh empat petugas keamanan MOI. Anggota FBR itu dipukuli saat sedang mengerjakan pemasangan baliho.

Selanjutnya ratusan anggota FBR datang ke lokasi dan melakukan pengerusakan fasilitas MOI. Dari kasus tersebut polisi telah menetapkan 12 tersangka. Sembilan di antaranya dari FBR dan tiga orang lainnya petugas sekuriti MOI. (feb)

(Visited 51 times, 1 visits today)
Kategori: Metro
Tags: #FBR

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*