Ahok Akui Pernah Ajak Sunny Bertemu Mega & Surya Paloh
BeritaPrima.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan hubungannya dengan Sunny Tanuwidjaja dalam sepak terjang politiknya. Ia menjelaskan, saat bertemu dengan petinggi partai politik, ia kerapkali mengajak Sunny.
Misalnya, saat bertemu dengan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ahok membawa serta Sunny.
“Ketemu Bu Mega saya ajak, kan dia mau tahu. Ketemu Surya Paloh juga saya ajak, supaya dia bisa lihat bagaimana, menghadapi bagaimana,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Ahok menjelaskan, sebagai mahasiswa doktoral di University of Northern Illinois yang tengah menyusun disertasi, Sunny berkepentingan untuk mengetahui gaya berpolitiknya.
Ahok bertemu dengan Surya Paloh saat Nasdem Memberikan Dukungan untuk Pilgub DKI (dok. Antara)
Ahok menjelaskan, awal pertemuannya dengan Sunny terjadi pada 2009, saat dirinya masih menjabat Anggota Komisi II DPR.
“Saya ketemu (dengan Sunny) 2009, dia minta waktu ketemu buat ngundang saya bicara di Amerika. Dia bilang dia terkesan, karena pas ketemu, saya yang bayarin. Biasanya kalau pejabat kan dibayarin. Dia bilang, wah ini pejabat beda. Makanya dia undang saya ke Amerika,” jelas Ahok.
“Terus 2010 saya berangkat ke Amerika. Saya kembali, terus saya bilang mau jadi gubernur DKI, terus dia pengen lihat. Saya ke kampung-kampung dan dia ikut,” papar dia.
Dikatakannya, Sunny juga ingin tahu bagaimana berpolitiknya. “Ini bisa terpilih waktu saya dulu calon Wagub. Dia bilang, gue enggak pernah nyangka lu jadi Wagub gaya lu kaya gitu. Dia bilang gitu,” katanya.
Mengenai peran Sunny usai masa kampanye dan dirinya menjabat pimpinan di DKI, Ahok tak mau menyebutnya sebagai konsultan maupun penasihat. Ia juga tak mengatakan Sunny berstatus sebagai staff khususnya.
Sebagai peneliti yang tengah menyelesaikan disertasinya, Ahok menganggap Sunny seperti teman berbincang saja. “Ya dia datang ngobrol saja. Konsultan juga bukan. Ya dia cuma ingin tahu,” pungkas Ahok.
Sebelumnya, pengacara Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi, Krisna Murti mengeluarkan pernyataan bahwa Sunny merupakan penghubung antara kliennya dengan pihak Agung Podomoro Land (APL).
KPK juga telah mencekal Sunny terkait kasus dugaan suap pembahasan Raperda yang melibatkan Sanusi dan bos APL Ariesmam Widjaja beserta anak buahnya Trinanda Prihantoro. (dik)

