Ketua PAC PKB Sumenep Terlibat Carok
BeritaPrima, Sumenep – Duel maut (Carok) yang melibatkan kakak-beradik menjadi tontonan warga dan pengendara motor yang sedang melintas di komplek pertokoan terbesar di kawasan Desa Larangan, Kecamatan Ganding, Sumenep, Minggu (15/3/2015) sore.
Carok di pinggir jalan itu memakan korban yang berinisial GFR (30), sedangkan kakaknya MTL (40) terus menghabisi adiknya yang sudah terkapar tak berdaya. Perkelahian yang terjadi di halaman komplek pertokoan tersebut dipenuhi warga yang hanya berani menonton aksi kejam kedua warganya.
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, korban terkapar bersimbah darah setelah beberapa kali dicincang dengan sebilah pedang oleh pelaku. Namun, aparat kepolisian hanya terpaku melihat sadisnya perkelahian kedua saudara kandung itu.
“Pada saat kejadian banyak orang berhamburan, bahkan juga ada beberapa aparat kepolisian. Tapi malah tidak ada yang berani merelai. Ada yang sempat melempari pelaku dengan kayu”, ujar sumber yang menolak disebut namanya.
Beberapa orang berteriak minta tolong kepada agar aksi keji pelaku dihentikan. Pada akhirnya, ketegangan dapat dihentikan setelah aparat TNI yang diduga anggota Koramil Ganding datang ke lokasi untuk menghentikan aksi pembacokan yang dilakukan MTL terhadap adik kandungnya. “Ya beruntung ada tentara itu Mas. Yang lainnya nggak ada yang berani. Akhirnya korban digotong warga dan dilarikan supaya menjauh dari kakak kandungnya yang seperti ke setanan”, lanjutnya.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa korban tewas di lokasi, namun dari keterangan kerabat dekat korban, belum ada kepastian. Sementara pelaku, yakni MTL sudah diamankan oleh aparat kepolisian setempat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, jika pelaku masih tercatat sebagai Ketua PAC (tanfidz) PKB Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur. MTL sendiri merupakan tiga bersaudara dengan dua adik, yakni GFR dan paling sulung seorang perempuan. Motif terjadinya carok bersaudara tersebut masih belum terpecahkan.
Seperti Diketahui, Carok merupakan tradisi bertarung yang disebabkan karena alasan tertentu yang berhubungan dengan harga diri dengan menggunakan senjata (biasanya celurit).
(Ichsan Husyaifi)


