BeritaPrima.com, Jakarta – Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Pol Agung Setya mengatakan, dari penyelidikan sementara ternyata ada beberapa jenis vaksin yang dipalsukan oleh orang tak bertanggungjawab.
|
Berita Terkait
|
Namun, Agung tak merinci apa saja vaksni yang dimaksud. “Saya tidak begitu hafal, tapi ada beberapa jenis Tripacel, Pediacel, kemudian Engerix-b,” kata Agung saat dihubungi, Senin, 4 Juli 2016.
Agung menjelaskan belum mengetahui apakah vaksin yang dipalsukan itu untuk anak atau orang dewasa.
“Iya kalau Triparcel disebutnya itu untuk tetanus, tapi saya belum pastikan itu buat anak-anak atau bukan. Kalau Pediacel kan untuk polio dan tetanus,” ujar dia.
Dia menambahkan, hingga saat ini jumlah tersangka dalam kasus tersebut masih belum bertambah, yakni 18 tersangka, satu di antaranya baru ditangkap di Jakarta beberapa waktu lalu dengan inisial R.
“Masih 18 kami nyatakan sebagai tersangka,” kata dia.
Sementara itu pihak kepolisian hingga saat ini juga belum bisa memberikan keterangan terkait rumah sakit mana saja yang terlibat dalam kasus vaksin palsu. Polisi menegaskan masih terus menyelidiki kasus ini.
“Sementara masih orang per orang. Bidan, perawat yang kami amankan,” ujar Agung.
Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat kasus vaksin palsu itu. “Sedang on progreses pemeriksaan dari rumah sakit. Kami dalami dulu, sedang diolah datanya,” katanya.
Terkait pihak rumah sakit yang diperiksa, dia belum bisa membeberkan lebih lanjut apa perannya. “Itu kan saksi jadi rahasia,” katanya. (dik)
BeritaPrima.com Bicara Fakta