BeritaPrima.com – Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya 41 orang dan melukai 239 orang lainnya dalam serangan penembakan dan bom bunuh diri di Bandara Atatürk, Istanbul, Turki pada Selasa, 28 Juni 2016 waktu setempat (Rabu, 29 Juni dini hari WIB).
Akan tetapi sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (30/6/2016), Perdana Menteri (PM) Turki, Binali Yιldιrιm menyiratkan militan teroris ISIS sebagai dalang di balik tragedi di bandara tersibuk di Eropa tersebut.
Sedangkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan: “Serangan ini merupakan sisi gelap dari wajah teror yang menargetkan sipil tak berdosa,”.
Atas terjadinya serangan ini, pemerintah Turki pun mengumumkan hari berkabung nasional dan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seantero Turki.
Di pihak lainnya, disebutkan bahwa 14 dari 41 korban tewas bom Bandara Istanbul merupakan warga negara asing. Sementara sisanya warga lokal Turki.
Lima dari 14 warga asing yang tewas tersebut berasal dari Arab Saudi, dua dari Irak, serta masing-masing satu orang warga Tunisia, Uzbekistan, China, Iran, Ukraina, Palestina dan Yordania.
Tragedi ini juga turut menyita perhatian pemimpin umat Katolik, Paus Fransiskus. Selain mengutarakan belasungkawa, Paus Fransiskus turut mengajak para umatnya ikut mendoakan dan mengheningkan cipta bersamanya di St. Peter Square (Lapangan Santo Petrus).
“Kemarin malam di Istanbul, terjadi serangan teroris yang brutal hingga menewaskan dan melukai banyak orang,” ungkap Sri Paus kepada Vatican Radio, dikutip Trend News Agency.
“Kita berdoa untuk para korban, untuk para keluarganya dan orang-orang tercinta. Semoga Tuhan mengubah hati yang terisi akan kekerasan dan menopang kaki kita melangkah menuju kedamaian,” tuntasnya. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta