BeritaPrima.com, Surabaya - Festival Seni Lintas Budaya (Cross Culture Festival) 2016 resmi digelar. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak para delegasi baik dari dalam dan luar negeri dengan mengajak berparade.
Parade diberangkatkan olehRisma sendiri dari TamanBungkul. Para delegasi dinaikkan becak yang dihias dengan kembang warna-warni. Sepanjang perjalanan, mereka menyapa wargaSurabaya yang menyemut di pinggir jalan.
Cross Culture Festival 2016 di Surabaya
Setelah melewati Jalan Raya Darmo, mereka dibelokkan ke Jalan Urip Sumoharjo. Dari Jalan Urip Sumoharjo, mereka turun dari becak dan berjalan menuju Monumen Bambu Runcing. Di sini, masing-masing delegasi dipersilakan menunjukkan performance nya.
Performance diawali penampilan dari delegasi Amerika Serikat yang diwakili oleh negara bagianIdaho dengan grupAmericanFootwroksFolkDanceEnsemble. Penampilan atraktifpersonelnya mendapat sambutan meriah dari wargaSurabaya yangmemenuhu jalan untuk menonton. Bule Amerika itu jugaberinteraktif dengan wargaSurabaya dengan mengajak menari bersama.
Cross Culture Festival 2016 di Surabaya
Berturut-turut performance berikutnya menampilkan delegasi dari Rumania dengan Martisorul Ensemble, Sleman dengan Tari Bergodo, Korea dengan Yang Ju Byul San Dae & Kin hei Kyung Dance, Polandia dengan Polonia Polish Folk Dance and Song Ensemble, Estonia dengan Folklore Society Leigarid , Cina dengan Guangzhou Group Performing Art, dan ditutup penampilan dari Balikpapan dengan Tari Gantar Umang dan Tari Kulin Bilau. Semua performance mendapat aplaus meriah dari warga yang menonton.
“Penampilan saya tadi saya pikir cukup bagus. Cukup senang bisa tampil di sini,” ujar Kada, salah satu personel American Footwroks Folk Dance Ensemble dari Idaho, Amerika Serikat.
Kada mengaku baru pertama kali ini tampil di Surabaya. Dan ia cukup senang mendapat pengalaman baru mengingat ia baru belajar menari sejak tiga tahun lalu.
“Saya menikmatinya,” kata Kada.
Santi, salah satu wargaSurabaya merasa terhibur dengan adanya pertunjukan gratis minggu pagi ini.Santi awalnya tidak tahu jika akan ada penampilan tari-tarian di Monumen Bambu Runcing.
Cross Culture Festival 2016 di Surabaya
“Saya awalnya hanya lewat saja, kok ramai, trus saya berhenti dan ikut nonton sama anak saya,” kata Santi.
Santi merasa bahwa mengundang orang asing untuk saling mempelajari dan bertukar budaya adalah positif. Dengan kegiatan ini, setidaknya akan ada ilmu dan pengetahuan baru yang bisa diserap selain juga pengalaman baru.
“Selain itu juga bisa mempromosikan Kota Surabaya,” kata Santi.
FSLB 2016 sendiri akan digelar hingga Kamis mendatang. Selain menampilkan performancenya, para delegasi akan diajak untuk mengenal lebih dekat Surabaya dengan berbagai kegiatan. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta