Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Selasa , 16 Agustus 2016
said-aqil

Ketua Umum PBNU: Sejak Awal NU Inginkan Berdirinya ‘Negara Darussalam’

BeritaPrima.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan sejak lama NU sudah mengkehendaki berdirinya “negara darussalam”.

Hal ini dinyatakannya dalam pidatonya setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir pancasila.

“Kami NU mengkehendaki berdirinya negara darusalam , negara damai bukan negara islam. Islam dipahami bukan dipotilisasi. NU delapan tahun sebelum merdeka sudah mencita-citakan negara darusalam kalau dalam bahasa kitanya negara kebangsaan,” kata Said Aqil di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2016).

Said mengkisahkan sedikit sejarah kelahiran NU tahun 1926. Dimana NU lahir dari para kiai di kampung-kampung yang mencoba membangun karakter bangsa.

“Apa yang diajarkan oleh kiai NU di desa-desa, eh masyarakat akur ya, saling gotong royong. Ketika panen gagal apa kata kiai kampung tadi, yang sabar ya itu hanya barang kecil. Itu artinya dia sedang membangun karakter bangsa, sedang menyempurnakan integritas masyarakat kepada bangsanya. Dari kiai kampung itu lahirnya NU tahun 1926,” kisahnya.

Tidak sedikit kiai yang berkorban nyawa demi kemerdekaan NKRI. “Tidak kurang kiai berkorban dengan nyawa demi kemerdekaan negara republik yang dicintai Indonesia. Dulu yang masang bom Brigjen Mallaby (tentara NICA) adalah santri yang namanya Harun. Harus dia lari, tapi kurang jauh dia mau lihat hasilnya dia mati, Mallaby mati,” sambungnya.

Karena itu, lanjutnya, NU sejak dulu, sekarang, dan seterusnya diperkuatkan dengan muktamar 1984 mendukung penuh NKRI.

“Ketika Gusdur ketua NU, negara sebagai NKRI sudah final. Jangan dikira kiai NU bisanya tahlil saja tapiperannya penting membangun karakter bangsa. Lihat ulama di Timur-Tengah pinter agama tidak bisa meredam konflik. Kita ulama agamanya lumayan tapi kemampuannya maksimal,” tukasnya. (ren)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *