Dari penghasilan istrinya, jumlah tabungan naik haji semakin bertambah. Melihat kerja keras kedua pasangan suami istri ini, beberapa teman Bardi pun sempat bertanya.
Ketika dia menjelaskan bahwa dia bekerja keras siang malam untuk bisa naik haji. Namun jawaban itu justru menjadi tertawaan teman-temannya.
“Ditanya, kamu dan istrimu kerja siang malam uangnya itu mau buat apa ? Saya jawab mau naik haji, eh malah mereka tertawa, tetapi itu jadi pelecut semangat,” tegasnya.
Pada tahun 2001, Bardi lantas ingin menambah penghasilannya agar bisa lebih banyak menabung. Dia pun bekerja sambilan sebagai tukang parkir di kawasan Jalan Mangkubumi Kota Yogyakarta.
Dari pekerjaannya ini, Bardi dalam sehari mendapatkan penghasilan sekitar Rp 75.000 sampai Rp 100.000. Dari penghasilannya ini, Bardi bisa lebih besar lagi menyisihkan uang untuk menabung.
“Setiap hari saat pulang ke rumah, uang saya masukan ke dalam kaleng,” ungkapnya.
Bardi mengaku, pada tahun 2005, dia sempat mengingkari janjinya dengan menggunakan uang tabungan naik haji untuk bisnis properti. Namun bukan untung yang didapat, Bardi justru merugi karena tanah yang dibelinya bermasalah.
“Uang tabungan saya ambil 40 juta, niatnya mau diputarkan, tapi mungkin karena sudah mengingkari janji malah jatuh rugi. Janji awalkan tabungan itu untuk naik haji malah saya gunakan bisnis,” tuturnya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta