Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Satreskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo. Menurutnya, sekali beraksi, kawanan begal kempes ban ini bisa mendapatkan hasil jarahan hingga puluhan juta rupiah.
“Bahkan salah satu tersangka mengakui ada yang langsung ganti motor baru begitu selesai beraksi. Ini cukup wajar, mengingat korban yang mereka bidik adalah para orang kaya, yang menyimpan perhiasan, uang tunai, maupun barang berharganya di dalam mobil,” tutur Heru.
Dalam melancarkan aksinya, sindikat ini menggunakan modus menggembosi ban mobil korban dengan menggunakan paku payung yang dibuat khusus. Paku itu ditempel di ban mobil dengan menggunakan media gabus.
Sehingga begitu mobil berjalan, selang beberapa kilometer ban mobil kempes. Di situlah para tersangka melancarkan aksinya.
“Mereka sudah melancarkan aksinya di 15 tempat lebih. Baik di Gresik, Surabaya, Lamongan, maupun Sidoarjo. Sementara khusus di Gresik, sudah tercatat sekitar 10 kasus lebih,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak sampai terulang, Polres Gresik bakal lebih memperketat penjagaan di tempat-tempat rawan, seperti bank, toko perhiasan, tempat keramaian, dan beberapa titik lain. Peningkatan penjagaan ini dilakukan sampai menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta