Akhir Penderitaan Gadis ‘Monster’ Tanpa Tulang Pipi

Yasmin Butler (22) harus menanggung penderitaan selama 15 tahun hingga akhirnya wajah Butler direkonstruksi menjadi bentuk yang seharusnya.
BeritaPrima - Yasmin Butler (22) harus menanggung penderitaan selama 15 tahun hingga akhirnya wajah Butler direkonstruksi menjadi bentuk yang seharusnya. Bermula saat berusia tujuh tahun, Butler yang berasal dari Hastings, East Sussex, Inggris, tiba-tiba saja dipukuli oleh temannya karena dipicu faktor neurocutaneous syndrome, dimana sindrom langka ini hanya diderita 500 orang di dunia termasuk dirinya.
|
Pilihan Redaksi
|
Akibat pukulan tersebut, tulang wajah Butler hancur, hingga membuat Butler kehilangan tulang pipi pada bagian kiri wajahnya. Sejak itu, Butler kecil harus menanggung celaan dari teman-temannya saat di bangku sekolah. Seringkali ia dijuluki “monster” karena tampilannya yang tak biasa dan berbeda. Banyak dokter yang bahkan mengira bahwa Butler mengalami kanker tulang sebelum mendengar kisahnya.
Memiliki bentuk wajah tak normal, tanpa tulang pipi membuat kepercayaan diri Butler menjadi hancur. “Meski aku masih terlalu muda saat itu, aku sadar dan merasa sangat tak percaya diri. Seolah-olah aku seharusnya tak pantas ada di dunia ini,” cerita Butler.
Ia juga bercerita dirinya pernah merasa sangat sedih saat ada orang asing yang melihatnya dan berkata: “Jangan mendekat padaku. Aku tak ingin melihat wajahmu.”
Berbagai usaha dilakukan Butler untuk memperbaiki wajahnya, termasuk mendaftar untuk operasi rekonstruksi wajah. Sayangnya, dokter tak dapat memperbaiki wajahnya hingga Butler berhenti tumbuh di usia 17 tahun. Penantian Butler akhirnya selesai. Kini wajahnya telah nampak normal setelah ia menjalani tujuh kali operasi rekonstruksi dan beberapa injeksi filler.
“Aku melihat ke cermin dan tersenyum. Tak kusangka aku dapat merasa sangat bahagia. Aku tak pernah memiliki kekasih karena kurang percaya diri. Sekarang aku penuh harapan untuk masa depanku,” ujar Butler.
“Operasi estetika mungkin saja berkesan buruk karena tidak alami, namun bagi orang sepertiku, proses ini sangat menolong dan membuat wajahku seperti yang seharusnya. Aku merasa sangat bahagia,” ujar Butler. (aud)

