Makarizo Luncurkan Koleksi Spring/Summer 2015

Tren rambut Afrika-Afroque. (Foto: BeritaPrima/ Arie Septiani)
BeritaPrima, Jakarta - Sebagai brand profesional yang memimpin pasar Asia, Makarizo selalu berinovasi dalam menciptakan tren rambut. Tren tersebut biasanya diperoleh dari peepaduan kebudayaan dan waktu yang berbeda-beda. Di 2015 ini, Makarizo menciptakan beberapa tren model rambut yang bertajuk Fuzione.
“Makarizo selalu berupaya memahami yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen. Atas dasar inilah Makarizo meluncurkan tren rambut 2015/2016, Fuzione yang artinya fusion atau perpaduan budaya mancanegara dengan era tertentu yang kita temukan saat travelling,” ujar Dyah Fitrisally, Strategic Marketing Manager Profesional PT. Aksara Wira Internasional saat ditemui di acara launching tren rambut 2015/2016 Makarizo di Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2015).
Dalam show hari ini, Makarizo menampilkan 8 koleksi Spring/Summer dan cuplikan 8 koleksi Fall/Winter yang akan dirilis September 2015 mendatang. Berikut adalah koleksi Spring/Summer 2015 dari benua Eropa, Afrika, Amerika dan Asia:
Eropa-Singlelish
Ciri khas potongan rambut bob dan rambut keriting yang membingkai wajah.
Afrika-Afroque
Afroque diambil dari perpaduan Afrika dan periode Baroque. Model rambut Afrika Selatan dipengaruhi oleh penutup kepala yang besar dan kaku. Digabung dengan periode Baroque dengan tatanan rambut sasak yang besar.
Amerika-Navie
Sebagian rambut dikepang dan dijadikan ikat kepala yang menawan seperti Hippie Pocahontas.
Amerika-Bracazilly
Perpaduan Brazililian Carnavale era 1950-an yang tampak hidup dalam Rock and Roll, menggambarkan kesembronoan masa muda.
Asia-Harabuki
Menyatukan gaya populer Harajuku dari Jepang dengan elegansi Kabuki, teater tradisional Jepang.
Asia-Wushimo
Teknik rambut rapi yang dibentuk agar ujung rambut terangkat dan bervolume.
Asia-Rotwist
Perpaduan dari hiasan kepala penduduk pulau Rote, Indonesia dengan tatanan rambut glamor twist di era 1940-an.
Asia-Tibed’or
Perpaduan tampilan dari gaya rambut masyarakat Tibet dengan era Ratu Elizabeth.
(Arie Septiani)

