HOGI Meluncurkan Kampanye “OvaCheck” Demi Mendeteksi Kanker Ovarium
BeritaPrima, Jakarta - Dalam rangka hari Kanker Ovarium Sedunia yang dirayakan setiap 8 Mei, Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) dengan dukungan PT. Roche Indonesia meluncurkan kampanye edukasi “OvaCheck” untuk mengenali gejala kanker ovarium. Tujuan kampanye ini adalah meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap kanker ovarium.
“Menyadari dampak negatif atas terlambatnya deteksi kanker ovarium, Roche Indonesia mengajak masyarakat untuk menjadi duta”OvaCheck”-Kenali Kanker Ovarium bagi kerabat sekitar dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menghindari deteksi kanker ovarium yang terlambat,” ujar Lucia Erniawati, Head of Corporate Affairs and Access PT. Roche Indonesia di Hotel Double Tree Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).
Kanker ovarium menjadi penyebab 7,6 juta kematian pada 2008. Diperkirakan akan bertambah menjadi 13,1 juta kematian pada 2030 jika tidak dilakukan upaya pengendalian yang sesuai.
Prof. Dr. dr. Andrijono selaku ketua HOGI menjalaskan bahwa kanker ovarium merupakan jenis kanker yang tumbuh di dalam ovarium. Kanker ovarium tumbuh berkembang tanpa terdeteksi hingga umumnya ditemukan ketika kanker sudah menyebar ke bagian pinggul dan perut.
“Di seluruh dunia, 60% kanker ovarium baru ditemukan setelah stadium lanjut. Di Indonesia, kanker ovarium paling banyak dialami umur 40-50 tahun,” kata Andrijono.
Gejala awal kanker ovarium antara lain perut terasa kembung, sering buang air kecil, rasa nyeri pada panggul atau perut bagian bawah dan nyeri pada punggung belakang.
Kanker ovarium sendiri juga dapat dicegah yaitu dengan cara memiliki keturunan, menyusui, mengonsumsi pil kontrasepsi, dan memiliki berat badan ideal
(Arie Septiani)


