Awas, Kelamaan Tidur Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Tidur terlalu lama bisa memicu serangan stroke. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima - Seringkali kita mendengar pola tidur yang baik adalah delapan jam dalam sehari. Namun, bagaimana bila kita tidur lebih dari delapan jam dalam sehari? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam, mampu meningkatkan potensi risiko stroke lebih tinggi.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki waktu tidur lebih dari delapan jam dalam semalam, berpotensi 46 persen lebih besar mengalami stroke dibandingkan dengan mereka yang tidur selama enam sampai delapan jam dalam semalam.
Seperti yang dilansir dari Timesofindia, Senin (1/3/2015), Seorang peneliti bernama Yue Leng dari University of Cambridge di Inggris mengatakan, “Kami belum mengetahui apakah intensitas waktu tidur yang lama menjadi penyebab atau tanda-tanda suatu penyakit.”
Untuk mengetahui kebenarannya, peneliti menguji dengan melibatkan 9.692 orang dengan usia rata-rata 62 tahun dan tidak memiliki riwayat stroke. Penelitian tersebut berlangsung selama sembilan setengah tahun. Dan dalam penelitian tersebut, peserta diuji dengan pertanyaan meliputi kebiasaan tidur mereka dalam sehari. Jawaban tersebut akan dibandingkan dengan jawaban mereka pada masa empat tahun kemudian.
Selama sembilan setengah tahun, peneliti menemukan dari 986 orang yang tidur lebih dari delapan jam dalam semalam, sebanyak 52 orang mengalami stroke dibandingkan dengan 211 dari 6.684 orang yang tidur dengan waktu rata-rata dalam semalam.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology ini juga menunjukkan hal ini disebabkan adanya faktor-faktor yang memengaruhi, yaitu adanya kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan juga aktivitas fisik pada seseorang.
(aud)

