Bila Pacar Anda Punya Sifat-Sifat Ini, Bersiaplah Untuk Putus

bertengkar3

Ilustrasi pasangan sedang bertengkar.

BeritaPrima - Memiliki kekasih konon dapat meningkatkan semangat hidup seseorang karena merasa tidak sendirian. Tapi nyatanya, tidak sedikit pasangan mengalami kekerasan dalam berpacaran.

Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan (Catahu) 2015, menemukan sudah sebanyak 93 pengaduan kekerasan dalam pacaran di tahun 2014. Kekerasan ini termasuk kekerasan kedua terbesar setelah kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang tercatat sebesar 579 pengaduan.

Oleh Karena itu, Komnas Perempuan memberikan catatan mengenai tanda-tanda dalam berpacaran. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat Indonesia, terutama perempuan bisa mengetahui apakah hubungannya termasuk dalam hubungan yang sehat atau tidak.

Sayangnya, tidak ada payung hukum untuk menangani kekerasan dalam berpacaran. Sedangkan aturan tentang ranah personal, yaitu Undang-Undang PKDRT nomor 23 tahun 2004 tidak dapat diterapkan dalam kasus ini. Akibatnya, kondisi korban semakin rentan dan sering disalahkan, atau dipertanggungjawabkan sendirian.

Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menjelaskan dalam situasi tersebut, biasanya korban dalam posisi lemah atau tidak berdaya. Sehingga korban perlu memperlihatkan dirinya kuat agar pelaku bisa menyadari tindakannya bisa merugikan pasangannya.

“Keberanian dalam situasi tersbut sangat penting, terutama bila pasangan sebagai pelaku masih bisa diajak diskusi, atau masih dalam kondisi yang aman,” tulis Mariana dalam artikelnya di situs resmi Komnas Perempuan, Jumat (27/3/2015).

Bila Anda tidak ingin mengalami kekerasan dalam menjalin hubungan asmara. Sebaiknya kenali lebih dalam sifatnya. Bila Anda menemui sifat-sifat seperti berikut ini sebaiknya Anda bersiap-siap untuk meninggalkannya. Karena sifat-sifat berikut adalah hasil penelitian Komnas Perempuan tentang ciri-ciri orang yang berpotensi melakukan tindak kekerasan terhadap pasangan.

1. Memeriksa ponsel, email, atau jejaring sosial tanpa izin
2. Cemburu ekstrem atau membuat situasi tidak aman
3. Sering meremehkan atau mengejek.
4. Marah yang meledak-ledak
5. Diisolasi dari keluarga atau teman-teman
6. Membuat tuduhan palsu
7. Perubahan suasana hati tak menentu
8. Secara fisik menimbulkan rasa sakit atau terluka dengan cara apapun
9. Posesif
10. Menentukan sepihak pada pasangan tentang apa yang harus dilakukan
11. Berulang kali menekan pasangan untuk melakukan hubungan seks

(aud)

(Visited 32 times, 1 visits today)
Kategori: Sex & Love

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*