Inilah Tradisi Unik Dalam Perayaan Waisak Di Dunia

waisak

Hari raya umat Buddha atau yang dikenal dengan Hari Waisak ternyata dirayakan pada berbagai tanggal di musim semi di berbagai negara.

BeritaPrima, Jakarta – Hari raya umat Buddha atau yang dikenal dengan Hari Waisak ternyata dirayakan pada berbagai tanggal di musim semi di berbagai negara. Masing-masing negara diketahui memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Hari Waisak.

Seperti dilansir Huffington Post, dalam Hari Waisak, umat Buddha merayakan tiga tahap yang paling penting bagi kehidupan Sang Buddha. Tiga tahap tersebut adalah kelahiran, pencerahan, dan kematian.

Umat Buddha di Korea Selatan (Korsel) memiliki tradisi unik dalam merayakan Hari Waisak. Mereka menyalakan lentera-lentera berbentuk teratai yang menghiasi candi-candi di sana. Mereka melakukan tradisi itu untuk tetap mengenang nilai-nilai Buddha.

Sementara itu, umat Buddha di Sri Lanka juga memiliki tradisi yang hampir mirip dengan umat Buddha di Korsel. Bedanya, lentera yang digunakan mereka dibuat menyerupai lampu-lampu listrik yang berwarna-warni.

Sedangkan di Indonesia, orang-orang yang merayakan Hari Waisak banyak yang berkumpul di Candi Borobudur untuk menyalakan lilin yang dimasukan ke lentera, kemudian melepaskannya ke udara.

Sebenarnya, tradisi melepaskan lentera-lentera ke udara yang dilakukan di Candi Borobudur tidak memiliki makna khusus dalam ajaran Buddha. Hal itu disampaikan salah seorang anggota Persatuan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Arya Prasetya.

“Tradisi menyalakan lilin yang dimasukan ke lentera kemudian dilepaskan ke udara yang biasa dilihat di sekitar Candi Borobudur saat Hari Waisak, sebenarnya tidak memiliki makna khusus dalam ajaran Buddha,” ungkap Arya, Selasa (2/6/2015).

“Meski demikian, sepertinya hal itu akan ditradisikan supaya ada momen yang menarik dalam setiap perayaan Hari Waisak,” lanjutnya. (feb)

(Visited 6 times, 1 visits today)
Kategori: Travel

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*