Survey: Seks Orang Yang Gemar Gunakan Emoticon Lebih Aktif

Orang yang gemar mengirim pesan dengan menggunakan emoji cenderung memiliki kehdupan seks lebih aktif. (Foto: Corbis)
BeritaPrima, Jakarta - Ada temuan menarik dari survey yang dilakukan sebuah situs perjodohan Match.com. Salah satu hasil survey menyebutkan bahwa orang yang gemar menggunakan emoji atau emoticon dalam mengirimkan pesan ternyata punya kehidupan seks yang lebih aktif.
Match.com melakukan survei yang bertajuk “Singles in America” dan setiap tahunnya melibatkan 5.675 responden. Para partisipan tersebut bukanlah pengunjung situs tersebut. Hasil survei yang diperoleh ternyata cukup mencengangkan, sebab ditemukan bahwa semakin sering seseorang mengirim pesan singkat dengan menyertakan emoji, semakin sering pula mereka bercinta.
“Terlihat bahwa pengguna emoji bercinta sebanyak 54 persen pada tahun 2014 kemarin, sedangkan yang jarang menggunakan emosi hanya 31 persen dan umumnya masih melajang. Hasil survei memperlihatkan bahwa meski masih lajang tapi sering menggunakan emoji saat berkirim pesan, ternyata itu bisa meningkatkan peluang mereka berhubungan seks,” jelas Dr Helen Fisher, antropolog biologis dari Rutgers University yang turut terlibat dalam studi tersebut.
Statistik data survei menunjukkan, para responden berusia rata-rata 20-an, 30-an, hingga 40-an. Survei tersebut menemukan pula bahwa wanita yang menggunakan emoji bertema ciuman cenderung lebih mudah mencapai orgasme. Diduga, para pengguna emoji ini lebih memikirkan tentang menemukan pasangan yang mempertimbangkan komunikasi sebagai unsur penting.
Menurut Dr Fisher, para pengguna emoji biasanya cenderung ingin mengirimkan pesan singkat yang bersifat personal. Emoji, lanjut dia, adalah salah satu alternatif cara untuk mengungkapkan emosi dan perasaan seseorang.
“Para pengguna emoji tidak hanya lebih sering bercinta, mereka juga lebih sering pergi berkencan dan mereka dua kali lebih ingin untuk menikah. Sebanyak 62 persen pengguna emoji ingin menikah, dibandingkan 30 persen orang-orang yang tidak pernah menggunakan emoji,” jelas Dr Fisher. (Audrey Andreana)

