Temuan WHO: Mendengar Musik Terlalu Sering Bisa Bikin Tuli

Mendengar musik terlalu lama atau terlalu keras akan merusakan pendengaran. (Foto: BeritaPrima/ist)

Mendengar musik terlalu lama atau terlalu keras akan merusakan pendengaran. (Foto: BeritaPrima/ist)

BeritaPrima, Jakarta - Badan Kesehatan Dunia (WHO) menghimbau, untuk melindungi dan menjaga kesehatan indera pendengaran dianjurkan untuk membatasi diri dalam mendengarkan musik, yakni tidak lebih dari satu jam tiap harinya.

Berdasarkan data WHO setidaknya 1,1 miliar remaja dan anak muda terancam mengalami kerusakan pendengaran secara permanen karena mendengarkan musik terlalu sering dan terlalu keras.

Lebih lanjut bahwa pemutar audio, konser dan bar merupakan ancaman serius. WHO memperkirakan, sekitar 43 juta orang berusia antara 12-35 tahun mengalami kehilangan pendengaran dan angkanya terus bertambah.

Direktur pencegahan cedera WHO Dr Etienne Krug, mengatakan kepada BBC, “Sangatlah penting untuk menjaga agar volume cukup rendah saat mendengarkan musik. Tetapi membatasi penggunaan peralatan audio personal menjadi kurang dari sejam per hari akan sangat bermanfaat untuk mengurangi kebisingan yang mengganggu.”

Dr Krug menambahkan, satu jam pun bisa menjadi terlalu banyak jika volumenya terlalu tinggi. WHO merekomendasikan agar volume dipasang maksimum 60 persen.

“Kami sadar mengatasi persolan ini tidak mudah, sama halnya seperti mengonsumsi minuman beralkohol, jadi banyak faktor risiko yang dihubungkan dengan dalam kesenangan atau hobi yang sulit untuk diubah, tetapi kami akan terus berusaha meyakinkan orang-orang,” ujar Dr Krug.

(Dimas Wahyu)

(Visited 3 times, 1 visits today)
Kategori: Kesehatan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*