Aktivis Gerakan 20 Mei Tak Pedulikan Upaya Penggembosan

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, salah satu tokoh penggerak Gerakan 20 Mei.
BeritaPrima, Jakarta - Upaya penggembosan yang dilakukan pihak tertentu tidak menggoyahkan para aktivis Gerakan 20 Mei. Mereka bahkan menyebut upaya tersebut sebagai sampah.
“Di mata kami, itu sampah,” tegas Ketua Progres 98, Faizal Assegaf, salah satu tokoh penggerak Gerakan 20 Mei, kepada BeritaPrima.com, Selasa siang (5/5/2015).
Sebagaimana diketahui, belakangan ada upaya pihak-pihak yang berusaha menggagalkan Gerakan 20 Mei. Salah satu modusnya adalah dengan memperngaruhi aktivis mahasiswa agar menolak gerakan yang bertujuan ‘menggugat’ pemerintahan Jokoei-JK tersebut.
Diantara upaya penggembosan dilakukan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang beberapa waktu lalu mengumpulkan sejumlah tokoh aktivis mahasiswa. Sayangnya, sebagian besar mahasiswa menolak memenuhi undangan tersebut.
Tetapi, kabarnya beberapa kelompok mahasiswa berhasil dipengaruhi untuk tidak turun ke jalan. Bahkan kini Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) kabarnya terpecah gara-gara upaya penggembosan tersebut.
Faizal pun mengajak mahasiswa untuk tidak mempedulikan upaya penggembosan. “Kalau ada kelompok mahasiswa yang dibayar, dipakai untuk meredam aksi, membelot dan sebagainya, itu sampah saja. Nanti kita daur ulang itu sampah,” imbuh ketua Progres 98 ini.
Sebaliknya, Faizal menganggap mahasiswa dan masyarakat lainnya yang turun pada tanggal 20 Mei nanti adalah orang-orang yang sadar untuk menyelamatkan bangsanya.
“Orang-orang yang turun pada tanggal 20 adalah orang-orang yang memiliki kesadaran moral, kesadaran cinta NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), keterpanggilan untuk menyelamatkan NKRI,” imbuhnya.
(Agil Kurniadi)

