Demonstrasi 21 Mei Rentan Ricuh

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demonstrasi memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/5). Aksi yang diikuti ribuan mahasiswa berbagai daerah itu sekaligus menyoroti kinerja pemerintah yang dinilai belum pro rakyat. Beritaprima.com/Sonny Eko Kusetiawan/bp/May/2015
BeritaPrima, Jakarta - Aksi 21 Mei kali ini diikuti oleh aliansi BEM SI (badan eksekutif mahasiswa seluruh indonesia). Aliansi BEM SI terdiri dari sejumlah sekitar 50-an BEM dari se-Indonesia. Selain dari BEM SI, ada juga organisasi dari IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan PMII (Perkumpulan Mahasisww Islam Indonesia). Kontras (Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) pun turut hadir untuk menyuarakan pelanggaran HAM berat masa lalu.
Sekitar 2500-an mahasiswa mengepung istana negara untuk menuntut perubahan negeri. Ada yang menuntut penurunan Jokowi-JK; Ada pula yang hanya menuntut koreksi kinerja Jokowi-JK. Maraknya aksi kali ini rentan akan kericuhan.
Sering kali, mahasiswa berseteru dengan polisi penjaga aksi. semakin sore, massa aksi semakin memanas. Potensi kericuhan terlihat saat border aksi berhadap-hadapian dengan polisi.Terlebih lagi, berbagai mahasiswa dari luardaerah juga berkumpul ke jakarta untuk aksi 21 mei kali ini, mereka berasal dari sumatra, dan daerah Indonesia timur. Sampai saat ini, situasi aksi masih berlangsung.
Aksi ricuh benar-benar terjadi pada saat menjelang maghrib. Peristiwa ini dimulai ketika terjadi pembakaran ban yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa IMM. Saat itu juga, terjadi perdebatan panas antara beberapa mahasiswa dan juga polisi. Perdebatan tersebut memicu konfrontasi antar mahasiswa IMM dan polisi. Suasana menjadi ricuh. Massa aksi pun hilang kendali. Akhirnya, beberapa mahasiswa ditangkap oleh polisi untuk diamankan.
(Agil Kurniadi)

