Bandara Gusti Ngurah Rai Akan Ditutup Saat Nyepi

Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai. di Denpasar, Bali

BeritaPrima, Denpasar – Menyambut Hari Raya Nyepi yang jatuh tepat pada hari Sabtu 21 Maret 2015, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali akan ditutup selama 24 jam. “Dalam rangka Hari Raya Nyepi, Bandara I Gusti Ngurah Rai akan mengalami penutupan selama 24 jam yaitu mulai tanggal 21 Maret 2015 jam 06.00 Wita sampai tanggal 22 pukul 06.00 Wita,” tutur Co. GM PT Angkasa Pura, I Gusti Ngurah Ardita dalam keterangannya, Senin (16/3/2015).

Tercatat 107 penerbangan milik Garuda Indonesia, 65 penerbangan Air Asia, dan 55 penerbangan Lion Air yang selama ini melakukan penerbangan reguler dengan tujuan Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Singapura, Perth, Kuala Lumpur dan penerbangan ke tujuan negara lainnya.

“Selama pelaksanaan Nyepi, semua penerbangan domestik maupun internasional dengan tujuan akhir dan keberangkatan pertama dari Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan ditiadakan,” jelas Ardita.

Kegiatan penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Hari Raya Nyepi merupakan sudah tradisi sejak tahun 2000 sesuai dengan yang tertulis pada surat Dirjen Perhubungan Udara nomor AU/2696/DAU/1796/99003.2/24986/DPIK tanggal 17 November 2014, serta instruksi Gubernur Bali untuk menunda seluruh rangkaian proses keberangkatan dan kedatangan di Bandara Internasional tersebut.

Selain itu, kabar penutupan Bandara Ngurah Rai selama Nyepi juga telah disebarkan ke seluruh maskapai internasional untuk mengatur ulang jadwalnya yang akan mendarat di Bali. “Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan Nyepi di bandara, Angkasa Pura I bekerjasama dengan Air Navigation telah mengirimkan NOTAMN (Notice to Airman) ke maskapai penerbangan dan bandara di seluruh dunia. Sehingga saat Nyepi, setiap maskapai dapat mengatur dan menjadwalkan ulang penerbangan dari dan ke Bali,” ungkapnya.

Meskipun, penutupan secara total terhadap penerbangan terjadwal dan charter, Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap akan melayani jika sewaktu-waktu terjadi pendaratan darurat dari maskapai penerbangan yang mengalami masalah. “Walau tidak beroperasi selama 24 jam, tetapi kami akan tetap menyiagakan personil untuk mengantisipasi adanya permohonan ‘technical landing atau emergency landing’ termasuk ‘medical evacuation’,” tandasnya.

Untuk menghormati masyarakat Hindu di Bali, pemerintah beserta pihak swasta berusaha menciptakan suasana yang hening dan sunyi selama ritual Nyepi berlangsung. Kegiatan penerbangan dapat dilanjutkan pada Minggu (22/3/2015), pukul 06.00 WITA.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 12 times, 1 visits today)
Kategori: Pemerintah

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*