Wah, Gerakan Menurunkan Jokowi-JK Dianggap Ibadah

Demo mahasiswa yang menuntut Jokowi lengser. (Foto: BeritaPrima/ist)

Demo mahasiswa yang menuntut Jokowi lengser. (Foto: BeritaPrima/ist)

BeritaPrima, Jakarta - Aksi menurunkan Jokowi dalam Gerakan 20 Mei ternyata disebut sebagai salah satu bentuk ibadah. Itulah pendapat yang disampaikan salah satu tokoh Gerakan 20 Mei yang juga Ketua Progres 98, Faizal Assegaf.

Menurut mantan aktivis gerakan reformasi 1998 ini, menurunkan rezim Jokowi-JK akan mendapatkan pahala.

“Menurunkan Jokowi dan JK itu adalah ibadah. Dikerjakan mendapat pahala, ditinggalkan itu berarti kita lalai terhadap kondisi demokrasi untuk mengoreksi kekuasaannya,” ungkapnya kepada BeritaPrima.com di Dunkin Donut Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa siang (5/5/2015).

Ia juga menjelaskan alasan mengapa perlu untuk menurunkan Jokowi-JK. Menurut Faizal, membiarkan Jokowi-JK terus memerintah sama dengan membiarkan kejahatan dan kepalsuan bernegara.

“Itu (menurunkan Jokowi-JK) untuk mencegah kejahatan; mencegah kepalsuan bernegara; mencegah praktik kepemimpinan nasional yang penuh dengan dusta dan kebohongan,” ungkapnya dengan wajah tenang.

Faizal berpendapat, penurunan jokowi-JK adalah panggilan nurani. “Jadi, semua individu kelompok dari agama manapun meminta Jokowi dan JK untuk turun saat ini, itu adalah panggilan nurani, panggilan religi, panggilan intelektualitas, panggilan moralitas yang tidak bsia dihindari, kecuali orang-orang yang berserikat dengan kejahatan akan mempertahankan rezim yang busuk itu,” pungkasnya.

(Agil Kurniadi)

(Visited 4.474 times, 3 visits today)
Kategori: Uncategorized

Comments

  1. Sri Rahayu Ningsih
    Sri Rahayu Ningsih 7 Mei, 2015, 11:27

    Aku setuju degan pernyataan di Atas ….Jokowi harus Lengser

    Reply this comment
  2. Inot Pare
    Inot Pare 9 Mei, 2015, 06:48

    Selamat berjuang pahlawan reformasi Tuhan bersama kalian

    Reply this comment
  3. nirmala
    nirmala 9 Mei, 2015, 17:47

    Ajaran ibadah mana itu? Jangan memplintir ayat, itu sesat, itu tendensius dan jelas ditunggangi muatan politis haus kekuasaan, apa dg menurunkan presiden yg syah lalu dijamin indonesia bisa lebih baik? Yg ada malah perebutan kekuasaan guna memperkaya pribadi dan golongan.

    Reply this comment
  4. eko
    eko 15 Mei, 2015, 17:14

    Tumbangkan

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*