Bupati Purwakarta Ancam Lempari Buruh Yang Demo May Day, Ini Alasannya

bupatipurwakarta

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengancam bakal membubarkan aksi dan bahkan melempari buruh jika kembali menggelar ujuk rasa kenaikan upah pada May Day.

BeritaPrima, Purwakarta – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengancam bakal membubarkan aksi dan bahkan melempari buruh jika kembali menggelar ujuk rasa kenaikan upah pada May Day atau hari buruh yang jatuh pada Jumat 1 Mei 2015. Pasalnya, penghasilan buruh di Kabupaten Purwakarta saat ini sudah di atas angka Rp3 juta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan, upah buruh di sektor manufaktur di daerah tersebut saat pertama masuk minimal sudah di angka Rp3,2 juta. Kemudian, buruh yang sudah bekerja di atas lima tahun bisa mencapai di atas Rp4 juta.

“Upah untuk buruh sektor manufaktur ini sudah besar, makanya kalau masih ada demo nuntut upah naik, dibaledog ku aing (dilempar sama saya),” ancam bupati yang akrab dipanggil Kang Dedi, Selasa (28/4/2015).

Dia menuturkan, hal yang sama juga dialami buruh yang bekerja di sektor garmen. UMK Purwakarta di sektor padat karya saat ini bagi buruh yang baru masuk kerja mencapai Rp2,1 juta. Sedangkan untuk buruh yang bekerja di atas lima tahun mencapai Rp2,6 juta.

“Untuk sektor garmen di Purwakarta dalam hitungan saya sudah relatif aman dengan UMK sekarang yang sudah berlaku. Apalagi di sektor garmen ada lembur, penghasilannya bisa mencapai Rp3 juta lebih,” ujarnya.

Oleh karena itu pada perayaan May Day nanti, Bupati yang kerap bergaya nyentrik ini berharap kalangan buruh justru memerjuangkan kalangan pekerja di sektor informal, itu dinilainya lebih penting.

“Tidak ada alasan lagi buruh di Purwakarta minta kenaikan upah. Serikat buruh harus memperjuangkan teman-teman buruh di sektor pekerja informal,” ujar Dedi.

(Visited 2.947 times, 3 visits today)
Kategori: NewsMaker
Tags: #MayDay

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*