Ditanya Keterlibatannya Dalam Kasus Asap, Ketua MPR Acungkan Jempol ke Bawah
BeritaPrima.com, Bandar Lampung - Ketua MPR Zulkifli Hasan menunjukkan jempol ke bawah saat dirinya ditanya soal dugaan keterlibatan dalam kasus pembakaran hutan yang menyebabkan terjadinya kabut asap dimana-mana. Zulkifli menyatakan pikiran wartawan aneh-aneh.
“Sekarang begini, sawit sudah berbuah dan pabrik kertas sudah ada, masa tiba-tiba dalam sehari dua hari bisa jadi pabrik, saya kira yang bertanya pikirannya agak anu,” kata dia sambil menunjuk jempol ke arah bawah pada Minggu (1/11/2015).
Zulkifli dalam kunjungannya ke Lampung itu juga menegaskan pada semua pihak untuk berhati-hati dalam menuduh penyebab kebakaran hutan yang terjadi saat ini.
“Terkait perusahaan yang nakal memang kita harus tindak, tapi jangan sampai kita sudah makan asap nanti perusahaan diembargo karena disebut tidak ramah lingkungan,” katanya lagi.
Dia menekankan, jangan sampai perusahaan penghasil sawit dan kertas diembargo negara luar dan akhirnya pengangguran merajalela.
“Serahkan saja pada polisi sebagai ahlinya untuk menindak soal itu,” ujar dia.
Sebelumnya laman Tempo Online memberìtakan sampai Oktober 2015, ada dua juta hektar hutan dan lahan di Indonesia yang terbakar. Sebagian titik api berada di lahan konsesi perusahaan hutan tanaman industri (HTI) dan perkebunan kelapa sawit.
Terkait bencana ini, muncul petisi di situs www.change.org yang mengimbau penegak hukum menyelidiki dan menghukum pejabat negara yang memberi izin pembukaan hutan dan lahan gambut. Syahrul Fitra dalam petisinya meminta polisi tak hanya menghukum pembakar lahan. Dia menyebut Zulkifli Hasan, menteri Kehutanan periode 2009-2014 bertanggung jawab atas pembakaran lahan itu. Karena dari tahun 2010 sampai 2013 telah terjadi pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan lebih dari 1,3 juta hektar. (ren)

