Doyan Narkoba, Deudeuh Dua Kali Lakukan Aborsi Sebelum Dibunuh
BeritaPrima, Jakarta - Deudeuh Alfi Sahrin alias Tata (26) memiliki banyak kekasih “sementara” di kehidupannya. Tak sedikit dari mereka yang sakit hati dengan ulah Deudeuh yang bekerja melayani pria hidung belang.
Sahabat karibnya berinisial ED mengatakan, dia sempat beberapa kali diperkenalkan dengan kekasihnya. Namun, keesokan harinya sudah tak lagi menjalin asmara.
|
Pilihan Redaksi
|
“Dia ngenalin ke gue pacarnya. Bukan pelanggannya lho ya, tapi putus besokannya enggak tahu masalahnya apa,” ungkap pria yang berprofesi sebagai penjual alat make up dan kosmetik, Rabu (15/4/2015).
Dia mengatakan, Deudeuh kerap berlaku kasar dan galak terhadap pria. Dia pun menduga kematian sahabatnya itu karena sikapnya yang galak terhadap pelangganya itu. “Cantik-cantik gitu orangnya galak banget sama laki. Mungkin itu penyebabnya,” katanya.
Kepada dirinya, Deudeuh sering menceritakan pengalaman buruk saat mendapatkan pelanggan yang kurang ramah. “Dia sering curhat, bete apa segala macam ke gue. Yang datang ke dia itu pasti wangi-wangi ini pas apes kali ya, dapat yang bau langsung dibunuh,” simpulnya.
Diduga, sikap galaknya itu merupakan efek narkoba. Semasa hidupnya, Deudeuh dikenal doyan mengkonsumsi narkoba. ED mengaku sering disuruh untuk membelikan barang haram tersebut. “Dia sering minta beliin bong. Nyabunya kuat dia,” ungkapnya.
Dia juga mengatakan bahwa Deudeuh selalu membawa barang haram tersebut ke kamar kos-nya. “Dia sering banget begitu, gue sering disuruh beli itu,” tambahnya.
Kendati demikian, sang sahabat mengakui bahwa Deudeuh dalam kesehariannya tidak sombong dan supel. “Dia satu-satunya orang yang tidak sombong di sini. Dia baik banget walaupun kuat nyabunya, buang-buang duit buat begituan,” tuturnya.
Menjalani kehidupan sebagai pekerja seks komersial (PSK) memang sangat keras. Hal-hal yang tak lazim dilakukan orang normal justru menjadi hal biasa bagi orang semacam ini.
Sebagai pekerja seks, Deudeuh juga sempat kebobolan sehingga hamil. Selama tinggal di kosannya di Tebet, Deudeuh kabarnya sudah dua kali melakukan aborsi. “Pertama di Cawang satu lagi di Matraman, gue yang antar,” ungkap salah satu sahabat akrab Deudeuh yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, dia memastikan, Deudeuh tidak memiliki penyakit seperti herpes maupun AIDS. Pasalnya, ketika melakukan hubungan intim, Deudeuh selalu mengingatkan pelanggannya untuk memakai kondom.
“Dia mah orangnya bersih. Dia galak sama pelanggan kalau enggak mau pakai kondom dia marah-marah. Orang resik dia,” simpulnya.
Sebelumnya, Deudeuh ditemukan tewas di kamar kosnya di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, dengan kondisi mengenaskan, mulutnya disumpal kaus kaki dan lehernya terlilit kabel. Deudeuh disebut-sebut sebagai pekerja seks komersial (PSK) online. (Febrizky Akbar)

