Germo Prostitusi Online Ini Ditangkap Saat Terima Setoran

Ilustrasi pekerja seks komersial.
BeritaPrima, Mataram - Polres Mataram amankan 3 orang terduga mafia seks jaringan online di salah satu hotel di wilayah Kota Mataram NTB. Satu diantaranya seorang pria yang bertindak sebagai mucikari atau germo penjaja kenikmatan melalui media sosial dan website.
Bermula dari terciduknya Prihatinin, 19 tahun, sesaat setelah memuaskan pelanggannya di sebuah kamar hotel. Yang kemudian dijemput oleh mucikari Putu Suarta 30 tahun warga Abian Tubuh Cakranegara Mataram untuk memberikan setoran pada Kamis 14 Mei 2015.
Keduanya pun tak berkutik saat sejumlah anggota opsenal reskrim Polres Mataram mengepung. Mereka sempat mengelak dari tuduhan, dengan mengaku berpacaran.
Berangkat dari tertangkapnya kedua orang tersebut penyergapan polisi kembali berlanjut kepada penelusuran 3 orang pekerja seks lainnya. Namun sayang, usaha kepolisian gagal lantaran sang muncikari bungkam terhadap identitas para pekerjannya.
Saat di interogasi polisi, sang muncikari mengatakan punya stock PSK dari 3 kalangan. Yakni kalangan pelajar, mahasiswi dan bidan atau perawat kebidanan. Terlebih lagi kalangan seles wanita. Di mana setiap PSKnya ditawarkan dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta rupiah untuk sekali kencan.
“Stock ada dari 3 kalangan pelajar, mahasiswa, dan bidan. Dibayar 500 sekali kencan,” akunya dihadapan polisi.
Mucikari saat digelandang polisi, mengaku bisnis prostitusi online tersebut telah digelutinya selama 2 bulan terakhir. Dari setiap transaksi, ia mendapatkan jatah Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.
“Saya mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu, dikasih setelah dibayar sama
pelanggan. Bisnis ini baru dijalani selama 2 bulan,” katanya.
Polisi terus mengorek informasi terkait modus prostitusi melalui media sosial ini. Mucikari mengaku pelanggan yang menggunakan jasanya mencari kepuasan nafsu, kebanyakan dari kalangan pejabat.
Dari teman ke teman lainnya. Pemesanan PSK terus berlanjut hingga blackbarry massanger. Kendati demikian polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sindikat prostitusi dengan memanfaatkan jaringan internet ini. (feb)

