Ini Perbedaan Kasus Prostitusi RA & Kalibata City

mucikari-artis3

Mucikari RA digiring aparat kepolisian.

BeritaPrima, Jakarta - Terbongkarnya kasus prostitusi kelas atas yang melibatkan aktris sebagai pekerja seksnya, membuat publik membandingkan dengan praktik serupa yang pernah terjadi di apartemen Kalibata City.

Namun, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan kedua kasus itu sangat berbeda, kendati sama-sama prostitusi.

Ditemui di Mapolda Metro Jaya, pada Rabu 13 Mei 2015, Heru mengatakan cara kerja mucikari RA jauh lebih rapih. Prostitusi dengan mucikari RA hanya melakukan praktik tersebut, dengan orang-orang yang memiliki hubungan dan tertutup di kalangan tertentu saja.

“Sedangkan prostitusi di Apartemen Kalibata City, siapa pun kliennya selama memenuhi persyaratan, maka akan diberikan oleh mucikari,” papar Heru.

Cara pemasaran yang digunakan dalam kedua kasus ini pun berbeda. Dalam kasus RA, dia menawarkan anak asuhnya secara personal melalui BBM dengan mengirim gambar.

“Sementara, kasus Apartemen Kalibata City menggunakan media sosial seperti Twitter atau situs. Di apartemen itu pula diatur secara rapi, ibarat ada manajemennya,” tambah Heru.

Pelanggan wanita penghibur dalam kedua kasus itu juga jelas berbeda. Prostitusi RA bermain di kalangan atas dan dilakukan di tempat mewah, serta sangat rapih.

“Sedangkan prostitusi di Kalibata City, walaupun dilakukan di apartemen, harga tawarnya bisa lebih rendah, karena tempatnya berbeda,” ujar dia.

Dia turut berkomentar mengenai fenomena prostitusi semacam ini di kota-kota besar. Heru mengatakan banyak faktor.

“Kalau yang di Kalibata, kan pengakuan para wanitanya karena masalah ekonomi. Ada masalah trauma dan sakit hati, karena masa lalunya terhadap seorang pria dan memang ada yang niat untuk menjualkan diri karena membutuhkan uang tambahan,” kata dia. (feb)

(Visited 26 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*