Sekjen KSPI Minta Ahok Tak Halangi Aksi May Day

Sekjen KSPI Muhammad Rusdi

Sekjen KSPI Muhammad Rusdi

BeritaPrima,Jakarta – Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Muhammad Rusdi mengecam keras berbagai pihak yang melakukan upaya penghambatan aksi buruh yang akan dilakukan pada jumat besok.

Dalam wawancara dengan BeritaPrima, Rusdi mengungkapkan, bahwa sulitnya mencari bis yang digunakan untuk berangkat dari berbagai daerah untuk ke ibukota. Kesulitan akomodasi ini, menurutnya, dilatarbelakangi oleh adanya tindakan preventif pemerintah yang menganggap bahwa gerakan 1 Mei merupakan aksi anarkis.

“Kami Menyerukan kepada segenap pemerintah untuk tidak menghentikan langkah kami. May Day merupakan aksi damai, pesta dan perayaan yang berupa penghargaan kepada serikat pekerja. Bukan aksi brutalisme,” ungkap Muhammad Rusdi di ruang meeting Hotel Mega Pro Jakarta, (29/4/2015) kemarin.

Muhammad Rusdi juga menyesalkan akan rencana yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang berusaha menghambat aksi buruh di HI.

“Kami tidak habis pikir jika Gubernur DKI Jakarta melaksanakan Car Free Day untuk membatasi pergerakan buruh pada May Day besok. Namun, jika Car Free Day digunakan untuk menutup akses kendaraan bermotor kami mengapresiasi pak Ahok,” lanjut Rusdi.

Selain itu, pihaknya bersama serikat pekerja lainnya seperti PB PGRI, FSP KEP, FSPMI, FSP Farkes, ASPEK INDONESIA, FSP ISI, FSP PPMI, FSP PAR-Ref dan SPN akan turun ke jalan menyuarakan pemerintah agar dapat menyelesaikan permasalahan mereka, terutama 10 tuntutan yang akan dilayangkan pada sore hari di GBK.

Muhammad Rusdi beserta para pemimpin serikat pekerja mengklaim telah berkoordinasi dengan kotlantas untuk persiapan menuju ibukota. Sejumlah massa yang berjumlah 100.000 ribu massa sudah diatur sedemikian rupa.

“Sejumlah pekerja dan buruh honorer yang menggunakan bis akan turun di Bank BCA, kemudian kantung massa sendiri akan dikondisikan di Teluk Betung. Untuk selanjutnya massa diarahkan ke Bundaran HI,” pungkas Rusdi.

Seperti diketahui, peringatan hari buruh dunia besok, akan menjadi momentum bagi para pekerja untuk merefleksikan janji-janji Presiden Joko Widodo. Mereka berusaha menagih janji pemerintahan Jokowi-JK yang akan mensejahterakan nasib buruh, tki, pekerja honorer serta pekerja lainnya yang masih dianggap stagnan.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 20 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa
Tags: #MayDay

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*