Wanita Yang Tewas Di Kos Tebet Ternyata Cewek Panggilan Online

Deudeuh Alfin Sahrin yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta. (Foto: BeritaPrima/twitter)
BeritaPrima, Jakarta - Kematian Deudeuh Alfin Sahrin (26) yang tewas dibunuh di kamar kosnya di Tebet, jakarta, ternyata menggemparkan dunia maya. Deudeuh dikenal dunia maya khususnya Twitter dengan akun @tataa_chubby.
Dalam akun tersebut Deedeuh menulis profile berusia 25 tahun dengan berat 65 kg dan tinggi badan 168 sentimeter.
|
Pilihan Redaksi
|
Tak hanya itu akun @tataa_chubby ini juga jelas-jelas menawarkan diri bagi pria hidung belang yang ingin berkencan.
Di akun tersebut Deudeuh memasang tarif booking seharga Rp350 ribu per jam. Setelah ditemukan tewas, akun Deudeuh pun dibanjiri ucapan belasungkawa.
Seperti ucapan yang ditulis akun @djlovexia semogara kak @tataa_chubby tenang ya, orang itu pasti ketemu kok kak.Kasiann ihh. Selanjutnya akun @rayya_bee menulis: Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, kita semua sayang kamu beb.
Seperti diberitakan sebelumnya, Deudeuh ditemukan tewas di sebuah kamar kos di Jalan Tebet Utara, 15 C No 28 RT 007 RW 10, Kelurahan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Kapolsek Tebet, Kompol I Ketut Sudarma mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim identifikasi, mulut korban tersumpal kaos kaki hitam dan terlilit kabel.
“Korban disumpal kaos kaki hitam, lehernya dililit kabel,” jelas Ketut, Sabtu (11/4/2015) malam.
Sebelumnya, kematian Deudeuh membuat hebor warga Tebet. Hingga akhirnya polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Ketut memastikan, kasus tersebut saat ini tengah dalam penyelidikan Polsek Tebet. “Diduga kematian tidak wajar soalnya,” imbuhnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kartu Keluarga (KK) korban, diketahui bahwa dia telah bersuami. “Kalau dari data KK yang kami peroleh, dia sudah bersuami,” jelas Ketut.
Namun, Ketut mengaku korban tinggal di kamar kos tersebut seorang diri dan bekerja sebagai buruh lepas. Sementara alamat asli Deudeuh berada Bojong Pondok Terong, RT 01, RW 01, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. “Tinggal di kos aslinya Depok,” imbuhnya.
Sementara itu dugaan bahwa Deudeuh merupakan pekerja seks semakin kuat setelah ditemukannya buku berisi nama-nama pelanggan. Kanit Reskrim Polsek Tebet Iptu Mudiran mengatakan, kepolisian menemukan catatan teman-teman Deudeuh yang berkunjung ke kamarnya itu.
Namun, pihaknya enggan untuk memberikan penjelasan secara detil tentang catatan tersebut. “Iya, kasusnya sekarang pun dipegang Polres Jakarta Selatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2015).
Berdasarkan pantauan, pihak kepolisian mendatangi kosan milik Deudeuh pada Minggu (12/4/2015) sore untuk melakukan olah TKP. Namun, saat itu juga pihak kepolisian menemukan catatan tersebut di kamar korban.
Catatan tersebut berisi nama-nama teman Deudeuh yang kerap mendatangi kosannya itu untuk bertamu. Saat dilakukan oleh TKP, pihak kepolisian melarang media untuk mendekati lokasi kamar Deudeuh.
Bahkan, pihak kepolisian pun enggan memberi tahu nama-nama teman Deudeuh yang ada di dalam catatan tersebut.
Rencananya, buku tersebut akan dipakai pihak kepolisian untuk menyelidiki pelaku pembunuhan Deudeuh. Pihak kepolisian pun akan memeriksa nama-nama teman Deudeuh yang tertulis di dalam catatan tersebut secara satu per satu.
(feb)

