Kondisi Rumah Orangtua Sadis Ini Berantakan Dan Penuh Sampah

evakuasianak3

Aparat kepolisian bersama KPAI melakukan penggerebekan rumah Utomo, orang tua yang menganiaya anak-anaknya.

BeritaPrima, Jakarta - Sungguh tega perbuatan orang tua yang berpendidikan menelantarkan anaknya. Pasangan suami isteri bergelar Magister dan Sarjana diketahui menelantarkan kelima orang anaknya. Bahkan, teganya lagi satu diantara lima anak tersebut yaitu D (8) diusir dari rumah karena laki-laki sendiri sedangkan empat lainnya perempuan di Perumahan Citra Grand, Cibubur, Jakarta Timur.

Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Komisi Perlinndungan Anak Indonesia (KPAI) serta Kementerian Sosial menyelamatkan lima orang anak tersebut.

Sedangkan, untuk saat ini kedua orangtua tersebut dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan. Kepala Unit (Kanit) 1 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Buddy Towoliu mengatakan, penyelamatan tersebut berdasarkan keluhan warga melalui sosial media.

“Ini keluhan masyarakat sudah 6 bulan lalu di daerah Citra Grand Cibubur, tadi malam keluar di sosmed. Warga sana (Citra Grand) minta perlindungan untuk salah satu anak inisial D (8),” ujar Buddy saat di hubungi, Kamis 14 Mei 2015.

Buddy mengatakan D sudah di usir dari rumah oleh orangtuanya dan tinggal berpindah-pindah dari rumah tetangga hingga pos jaga di perumahan tersebut. Buddy mengatakan selain D, kakak dan adiknya pun ditelantarkan hanya saja berada di dalam rumah.

“Si D ini diusir keluar rumah karena dia laki-laki, empat lainnya perempuan dan tinggal di dalam rumah di kandangin di dalam. Anak-anak itu dikasih hidup tapi seperti binatang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi mengatakan untuk mengamankan keempat anak lainnya dan menahan kedua orang tua mereka, pihaknya harus mendobrak rumah tersebut. Hal tersebut dilakukan karena rumah itu di kunci dari dalam dan saat diketuk secara baik-baik keduanya tidak membuka pintu. “Kita dobrak karena mereka nggak mau buka pintu,” jelas Buddy.

Adapun Buddy menjelaskan kondisi rumah saat akan mengamankan kedua orang tua anak tersebut berantakan walaupun rumah tersebut mewah. Dia mengatakan di dalam rumah sampah dan barang-barang lainnya berserakan seperti terkena tsunami.

Buddy menjelaskan, ayah D merupakan seorang dosen salah satu Sekolah Tinggi Teknologi di Jakarta dengan gelar S2 dan ibunya bergelar Sarjana. “Pengakuannya, orang tuanya dosen (ayahnya) sedangkan si ibunya lulusan sarjana,” kata Buddy.

Kedua orang tua anak-anak tersebut saat ini berada di Polda Metro Jaya untuk di periksa dan mintai keterangan serta menjalankan pemeriksaan terhadap psikis dan psikologinya.

“Karena kalau memang normal enggak akan lakukan seperti itu. Ini seperti orang gila. Nantinya, kedua orang itu kita periksa secara kejiwaan,” ujar Buddy.

Menurut Buddy, kelima anak yang menjadi korban tersebut dibawa ke KPAI untuk diberikan perlindungan dan dibantu untuk menghilangkan trauma yang dialami mereka. Kedua orangtua tersebut terancam akan dijerat dengan pasal perlindungan anak tentang penelantaran anak. (feb)

(Visited 36 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*