Ini Tuntutan HMI MPO dalam Aksi Nasional 20 Mei
BeritaPrima, Jakarta - PB HMI MPO (Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi) menuntut perbaikan kinerja pemerintahan. Tuntutan ini dijelaskan oleh Puji Hartoyo selaku Ketua Umum PB HMI MPO. Untuk secara detailnya, Ia menjelaskan bahwa pemerintah harus bisa membenahi politik, hukum, dan ekonomi yang belum baik.
“Kita ingin pemerintah ini berjalan, pertama, punya stabilitas politik yang baik, hukum itu ditegakkan, punya kebijakan ekonomi yang memadai,” ujar Puji dalam wawancara khusus kepada jurnalis Beritaprima.com di Sekretariat HMI MPO, Tanjung Barat, Jakarta, pada Jumat (15/5/2015), pukul 15.30.
Ketua Umum PB HMI MPO juga menghimbau kepada Jokowi agar terus berbenah agar keadaan bisa menjadi lebih baik. Pasalnya, jika keadaan masih tetap tidak baik, bukan tidak mungkin kalau Jokowi bisa turun dari jabatannya.
“Kita ingin menghimbau pemerintah Jokowi-JK untuk berbenah. Kalau tidak, maka tidak hanya gerakan mahasiswa atau Kami, tapi semua masyarakat juga mengamini bahwa Jokowi-JK tidak pantas lagi memimpin Indonesia,” imbuhnya.
Terkait penyikapan untuk menggulingkan Jokowi, PB HMI MPO masih memantau situasi. Puji Hartoyo memprediksi bahwa justru gerakan aksi mahasiswa besar-besaran akan mencapai klimaks setelah lebaran jika kondisinya masih belum baik.
“Kita akan pantau lagi bulan puasa. Kalau masih seperti ini, klimaksnya justru lebaran. Karena saat lebaran itu, rakyat merasakan betul apakah pemerintah ini hadir atau tidak. Kalau misalkan justru lebaran inflasinya tinggi kemudian harga tidak terkendali, maka itu akan menjadi puncak dalam gerakan,” ujar Puji.
Puji juga menganalisa bahwa rezim hanya bisa bertahan satu tahun jika keadaan terus memburuk.
“Satu tahun kalau pemerintahan berjalan begini terus, saya kira rakyat akan terpancing dan mereka, tanpa kita minta, akan turun ke jalan,” pungkasnya.
(Agil Kurniadi)


