Duh, Gajah Sumatera Dan Badak Jawa Menghilang Dari Taman Nasional

badakjawa

Dari hasil investigasi itu juga terungkap bahwa tidak lagi ditemukan Badak Jawa (dicerorhinus sumatrensis) di TNKS kawasan Bengkulu.

BeritaPrima, Bengkulu - Gajah sumatera (elephas maximus) di wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) di Provinsi Bengkulu terancam punah. Hal ini berdasarkan investigasi Yayasan Genesis Bengkulu di Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Bengkulu Utara.

“Indikasi tanda-tanda kepunahan gajah Bengkulu, ditandai dengan sudah jarang sekali terdengar konflik antara masyarakat setempat dengan gajah,” kata Ketua Yayasan Genesis Bengkulu, Barlian, kepada wartawan, Rabu (24/6/2015).

Pemicu kepunahan Gajah Sumatera, sambung Barlian, adalah kawasan perlintasan gajah di Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara, sudah berubah menjadi areal tambang batubara, kebun sawit, dan hak pengusahaan hutan (HPH).

Ditambah lagi, kasus kematian Gajah Sumatera di Bengkulu tidak pernah terungkap. Baik itu penyebab kematiannya, maupun siapa pelakunya. “Kita menduga gajah-gajah Bengkulu itu diburu, ada juga dugaan diracun serta kemungkinan lainnya,” jelas Barlian.

Dari hasil investigasi itu juga terungkap bahwa tidak lagi ditemukan Badak Jawa (dicerorhinus sumatrensis) di TNKS kawasan Bengkulu. Kondisi ini diduga karena satwa dilindungi itu menjadi sasaran pemburu.

Investigasi dilakukan pihaknya dengan cara pengamatan dan wawancara, termasuk wawancara terhadap para pemburu. Dari hasil investigasi tersebut, terkuak, bila lima tahun lalu badak dan gajah masih terlihat di kawasan TNKS. (ren)

(Visited 72 times, 1 visits today)
Kategori: Nusantara
Tags: #HewanLangka

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*