Hari Kelahiran Pak Harto, Titiek: Cukup Mengirim Doa

Siti Hediati Hariyadi, putri keempat Presiden kedua RI Soeharto.
BeritaPrima, Jakarta - Doa menjadi sebuah kewajiban bagi umat yang memiliki keyakinan pada Tuhan Yang Maha Esa. Begitu juga yang dilakukan Siti Hediati Hariyadi, putri keempat Presiden kedua RI Soeharto saat mengenang ayahnya. Terlebih, pada 8 Juni ini merupakan hari kelahiran presiden yang berkuasa selama 32 tahun tersebut.
“Untuk mengenang bapak ya cukup mengirim doa. Sebagai anak, wajib kita mengirim doa kepada orangtua yang sudah tiada,” katanya beberapa waktu lalu.
Perempuan yang akrab disapa Titiek itu mengatakan, tidak ada acara khusus yang dilakukan di Kemusuk, tempat kelahiran Soeharto. Namun, ia tetap mengunjungi makam eyang leluhur yang berada di Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul.
“Ini bulan Ruah (sebulan sebelum masuk Ramadan), mau nyekar di makam eyang di sana (Kemusuk),” ujar legislator dari Partai Golkar tersebut.
Titiek menyebut tidak ada agenda khusus di Memorial Jenderal Besar Soeharto saat hari kelahiranya. Tempat itu hanya menjadi pertemuan kerabat di Yogyakarta.
Pengelola Memorial Jenderal Besar H.M Soeharto menyebutkan, belum ada pemberitahun tentang ada tidaknya acara khusus pada hari kelahiran pria berjuluk Bapak Pembangunan tersebut.
“Sejauh ini belum ada pemberitahuan dari Bapak (Probosutejo, adik satu Ibu Pak Harto) dan anak-anaknya Pak Harto. Kalau Mbak Titiek (Soeharto) datang untuk nyekar,” tuturnya.
Jika ada seperti doa tahlil, kata dia, biasanya diberitahukan beberapa hari sebelumnya. Namun, untuk kali ini belum ada arahan untuk menggelar acara khusus.
“Enggak tahu nanti kalau mendadak, misal tahlil atau pengajian. Ya nanti kita woro-woro (beritahukan) kepada tetangga sekitar,” ucap perempuan yang juga tinggal di Kemusuk tersebut. (feb)

