Ini Wawancara Eksklusif Ketua BEM UI Terkait Gerakan 20 Mei

Ketua BEM UI Andi Aulia RahmanBeritaPrima, Jakarta - Gerakan 20 Mei yang berisi seruan turunkan Jokowi-Jk semakin menggeliat. Bagaiman sikap Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) sendiri? Berikut wawancara khusus reporter BeritaPrima.com Agil Kurniadi dengan Ketua BEM UI Andi Aulia Rahmah di Jakarta, Senin (13/4/2015) :

Bagaimana tanggapan Anda mengenai Gerakan 20 Mei tentang Turunkan Jokowi-JK?
Andi: “Sampai hari ini, kita Kita Sejauh ini masih menjadi mitra kritis pemerintah. Artinya, misalkan terjadi hal-hal yang perlu kritisi terhadap pemerintah ya perlu kita kritisi. Dalam artian, kita masih mencapai taraf kesimpulan bahwa kondisi saat ini yang perlu kita lakukan adalah bukan menggulingkan rezim, tetapi membangunkan rezim yang sedang tertidur. Itu yang menjadi sikap kita terkait 100 hari pemerintahan Jokowi.”

Mengapa Anda tetap tidak setuju terkait krisis saat ini?
Andi: “Harus diakui memang ini 6 bulan dari berlangsungnya pemerintahan ini ialah yang paling gagal, jika dibandingkan dengan rezim SBY-JK, ataupun SBY-Boediono. Ini (rezim Jokowi-JK) adalah pemerintahan yang pallng banyak blunder-nya selama 6 bulan…
Solusi terbaiknya itu bukan pada agenda menggulingkan rezim tetapi masih banyak solusi lain, seperti misalkan kita melihat menteri yang banyak tidak perform. Harapan yang bias kita perjuangkan adalah bisa kemudian reshuffle cabinet, bukan mengganti pucuk pimpinannya…”

Apakah teman-teman setuju untuk turun ke Jalan Terkait Gerakan 20 Mei?
Andi: “Kita bisa juga memutuskan aksi untuk tanggal 21 Mei, 22 Mei, ataupun sebelumnnya. Saya pastikan itu dari mahasiswa.”

Berarti Anda belum pasti untuk turun?
Andi: “Enggak.”

Apa saja Tuntutan yang diajukan kepada rezim Jokowi?
Andi: “Kita deklarasikan empat catur cita. Pertama itu, perkuat KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi. Kemudian yang kedua, itu reformasi Polri dan peradilan. Kemudian, yang ketiga itu, bersihkan demokrasi dari oligarki. Yag keempat, turunkan harga dan berantas mafia…”

Bagaimana konsolidasi mahasiswa Ui dengan yang lain?
Andi: “Dalam konsolidasi internal, UI masih solid untuk kea rah yang lebih jernih. Tetapi kalau di luar, masih belum satu suara.
Kalau kita lihat konsolidasi di luar, memang mahasiswa hari ini belum satu suara karena berbagai kampus di daerah di Riau dan di Sulawesi bagian utara, seperti Gorontalo dan Riau, memang arahnya itu (baca: gerakan 20 Mei) adalah 20 Mei. Saya harus mengakui mahasiswa di tataran nasional itu belum menyatu.
Ada beberapa elemen yang memang mengarahkan aksi mahasiswa itu ke arah penggulingan rezim. Di riau, itu aksinya menyangkut “cabut mandat jokowi-JK”. Lalu di Gorontalo, itu memang Turunkan jokowi-JK, di Jawa Barat, kemarin SP (Surat Peringatan) 1. Kalau SP-nya kan, berarti ada jangka waktunya tuh…”

Apa ada pihak-pihak yang sengaja ingin memecah?
Andi:” Memecah pasti ada. Bahkan, ada juga yang menunggangi…”

Ibaratnya kalau turun di 20 Mei, itu kira-kira berapa massa?
Andi: “Kalau massa sih, kita clear ya. Kemarin, pada 20 Maret, dengan tuntutan yang tidak ada penggulingan rezim Jokowi-JK itu bisa mencapai 750 orang…”

Dengan propaganda-proaganda yang massif, apakah bisa lebih dari 700? Misalnya 1500 atau 2000?
Andi: “Bisa. Saya yakin bahwa banyak atau tidaknya mahasiswa itu bukan dari propaganda, tapi tergantung dari kondisi di luar, kondisi sosial politik yang mahasiswa liat. Jadi, kalau masih sampe tanggal 20 Mei itu kondisi perekonomian terus memburuk, harga makin melemah, bahkan katanya Mei ke depan bisa jadi 16 ribu, sekarang masih 13 ribu, masih lumayan lah. Kalau misalnya kurs dolar sampai 16 ribu, gak ada lagi alasan mahasiswa untuk berdiam diri di kampus.”

Secara kuantitas, berapa kira-kira massa yang turun jika hal ini masih terjadi?
Andi: “Bisa, bisa ribuan seperti yang saya katakana tadi. Kuantitas bisa sampai ribuan lebih. Saya bisa pastikan jika harga dollar sampai 16 ribu.”

Berarti Anda bisa berubah pikiran untuk menurunkan jokowi-JK jika perekonomian semakin memburuk?
Andi: “Yes. Titik utamanya adalah perekonomian. karena bagi kami itulah yang menyentuh masyarakat banyak. Kalau misalkan hanya masalah politik, itu kan elite doing yang kena. Tapi kalau sudah menyentuh perekonomian, contoh misalkan harga dollar sampai 16 ribu. Itu memang benar bahwa kita akan ke arah sana, menggulingkan Jokowi.”

Ibaratnya, kalian ini masih memberikan pengampunan terkait Gerakan Turunkan Jokowi-JK (Baca: Gerakan 20 Mei) karena kondisinya masih belum terlalu parah gitu?
Andi: “Yes. Yes. Yes… “

(Agil Kurniad)

(Visited 704 times, 1 visits today)
Kategori: Kolom & Interview

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*