Kasus-Kasus Perkosaan Oleh Pria Bertopeng

Aksi perkosaan oleh pria bertopeng sudah sering terjadi di berbagai daerah (ilustrasi).
BeritaPrima, Jakarta - Kasus perkosaan oleh pria bertopeng yang terjadi di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, dini hari lalu, bukanlah pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, kasus perkosaan disertai kekerasan dan perampasan kekayaan sudah sering terjadi di berbagai daerah.
Bulan Maret 2015 lalu, misalnya, pemerkosa bertopeng ‘memangsa’ seorang gadis dibawah umur di Kabupaten Nunukan, kalimantan Utara. pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh Kepolisian Sektor Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 11 Maret 2015.
|
Pilihan Redaksi
|
Kepala Polisi Resor Nunukan AKBP Christian Tory menjelaskan, pelaku bernama Rusdin alias Amben itu tinggal di Jalan Husada Bhakti RT 02, Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Barat. Saat melakukan aksinya, Rusdin menutupi wajah dengan menggunakan topeng dan memakai pistol mainan.
Pelaku memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya di tengah perkebunan kelapa sawit milik warga yang berjarak sekitar 3 kilometer dari rumah korban. Ia mengancam para korban dengan pistol mainan yang dibawanya.
Kejadian itu terjadi pada Sabtu, 7 Maret 2015 sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu korban, yang masih pelajar di sebuah sekolah lanjutan di pulau yang berbatasan dengan Negeri Sabah, Malaysia, sedang pulang dari mengantar ayahnya ke kebun dengan mengendarai sepeda motor. Di tengah jalan dia dihadang oleh Rusdin.
Rusdin mengaku sebagai intel polisi dan hendak memeriksa korban yang dia curigai membawa narkoba jenis sabu-sabu. Dia lalu menggiring korban masuk ke perkebunan kelapa sawit.
Rusdin lalu meminta korban membuka pakaiannya untuk diperiksa keperawanannya. Saat itulah korban langsung digauli. “Jadi, korban mengikuti ajakan pelaku masuk ke tengah perkebunan kelapa sawit dan digauli karena ketakutan diancam pistol mainan,” kata Christian Tory.
Menurut Christian, Rusdin baru ditangkap pada Selasa, 10 Maret 2015 sekitar pukul 14.00 Wita di rumahnya. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti pistol mainan, pakaian pelaku, dan pakaian milik korban.
Kasus serupa juga terjadi pada Februari 2015 di Manado, Sulawesi Utara. Kejadian ini menimpa seorang gadis berusia 19 tahun. Sedangkan pelakunya adalah dua orang pria bertopeng yang menggunakan senjata tajam.
Sadisnya, kedua pria bertopeng itu menyetubuhi gadis tersebut secara bergantian di semak-semak di salah satu tempat di Kelurahan Malalayang Satu Timur, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Serang, Banten. Kali ini, AS, seorang gadis berusia 16 tahun asal Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
Pelaku pemerkosa AS berinisial TH, tak lain tetangganya sendiri. Tak terima atas kejadian itu, pihak keluarga akhirnya melaporkan pelaku TH.
Informasi yang dihimpun, peristiwa pemerkosaan tersebut terjadi saat AS yang tidur di kamar depan rumahnya, didatangi pria bertopeng sarung yang merangsek masuk kamar melalui jendela yang dicongkel sekitar pukul 02:00 dinihari.
AS yang tidur pulas dikamar tersebut, langsung dibekap pelaku dan mengancam akan dibunuh jika berteriak. Takut dengan ancaman tersebut, AS terpaksa menuruti kemauan pelaku pemerkosa yang meminta agar nafsu bejadnya dilayani.
Namun, saat pemuda bertopeng melakukan perbuatan cabul tersebut, AS berteriak kencang dan didengar oleh orang tua dan paman korban yang kamarnya bersebelahan.
Orang tua dan paman korban yang khawatir dengan teriakan korban, pun langsung mendatangi kamar AS dan mendobraknya. Saat didobrak, pria bertopeng tersebut masih berada didalam kamar di tangkap paman korban.
“Saat dibuka, pria bertopeng tersebut adalah pemuda yang tidak lain adalah tetangga kami sendiri berinisial TH,” ujar Paman korban, Joko.
Joko mengaku, lantaran kesal dengan perbuatan TH dirinya sempat memukul dan memanggil orang tuanya untuk bertanggung jawab.
“Anehnya, bukan malah beritikad baik, orang tua pelaku pemerkosa justru melaporkan saya atas kasus penganiayaan ke Mapolsek Padarincang,”kata Joko menyesalkan.
Dengan banyaknya aksi pemerkosaan bertopeng tersebut, wajar bila kasus terbaru yang terjadi di Bojong Gede, dini hari lalu, membuat warga Bogor dan sekitarnya resah.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pemerkosaan oleh lelaki bertopeng putih yang terjadi di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, dini hari lalu, membuat resah warga. Pasalnya, yang menjadi incaran pelaku kejahatan seksual dengan kekerasan ini mengincar para perawan.
Salah seorang korban aksi sadis pemerkosa bertopeng ini sekarang mengalami trauma hebat. Mila, bukan nama sebenarnya, menjadi korban ketika sedang berada di rumah sendirian. Dalam laporan korban ke Polsek Bojong Gede, terungkap bahwa Mila digagahi pemerkosa bertopeng putih di bawah ancaman sebilah golok. (Rennie Andriani)

