Lempari Polisi Pakai Batu, 20 Warga NTT Jadi Tersangka

Illuastrasi aksi lempar batu antara polisi dengan warga. (Foto: BeritaPrima/dok)

Illuastrasi aksi lempar batu antara polisi dengan warga. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Flores - Setidaknya 20 warga Desa Haekto, Kecamatan Noemuti, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus melempari anggota polisi dengan batu saat mereka melakukan pengerusakan kantor Desa Haekto. Wajah anggota Pospol Haekto Brigpol Armando Soares terluka parah dan kini sedang dirawat intensif di RS Kota Kupang, NTT.

20 warga asal desa Haekto yang telah ditetapkan menjadi tersangka berinisal, AN, AS, YH,FH, VN, WB, FH, OK, AK, AN, DAF, EH, GB, AB, VN, YK, THB, SQ, DN, dan YB. Mereka terpaksa berurusan dengan hukum setelah polisi meminta keterangan dari 35 warga di Kantor Mapolres Timor Tengah Utara, yang melihat tindakan para tersangka saat merusak kantor desa setempat.

“Selain menetapkan 20 orang itu menjadi tersangka, polisi juga menyita satu unit mobil bus Pelita Mas, pecahan kaca serta batu sebagai barang bukti. Pemeriksaan dilakukan maraton sampai Minggu sore kemarin,” kata Kasubaghumas Polres Timor Tengah Utara, Ipda I Ketut Suta.

Suta mengatakan, 20 orang warga itu dianggap melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, sub Pasal 351 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. Usai pemeriksaan dilakukan polisi, para tersangka langsung dititip sementara di rumah tahanan negara Kefamenanu.

Atas kejadian ini, Suta melanjutkan, warga masyarakat diminta agar menjaga ketertiban umum, apalagi dalam bulan ini terdapat puluhan desa yang akan serentak melakukan pemilihan kepala desa. Warga diminta agar tidak terprovokasi dengan pihak lain membuat keonaran.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga ketertiban, sebab pada bulan Maret ini terdapat 91 kepala desa yang akan serentak melakukan pemilihan Kepala Desa,” tutupnya.

(ren)

Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*