Menteri ESDM Curhat Soal Kemiskinan Kampungnya Ke Gubernur Ganjar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.
BeritaPrima, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said punya kisah masa lalu yang cukup getir, ketika hidup dalam kemiskinan. Cerita-cerita itu disampaikan Sudirman ketika bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kompleks Gubernuran, Rabu (20/8/2015) malam.
Saat bertemu Ganjar, Sudirman mengisahkan kisah masa kecilnya. Ia mengaku dilahirkan dan bersekolah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Di tempat itu, Sudirman kecil terbiasa hidup bersusah payah dengan fasilitas umum yang begitu buruk.
Sudirman mengatakan, ketika bersekolah ia telah terbiasa jalan kaki puluhan kilo meter. Setelah berjalan jauh, ternyata ia harus melanjutkan perjalanannya dengan menaiki truk pengangkut tebu. Kondisi jalan yang dilaluinya saat itu buruk.
“Brebes itu salah satu kabupaten miskin. Saya dari Brebes, yang dari desa termiskin. Saya jalan kaki ke setiap hari sampai pabrik gula, di sana naik truk menuju sekolah. Kalau musim giling, jadi enggak ada tumpangan truk, sehingga kadang sekolah dan kadang tidak,” ujar Sudirman.
Ia pun bersyukur bisa dilahirkan di tempat tersebut, hingga berusaha untuk bersekolah dan memperbaiki keadaannya. Bekal pengalaman pahit masa lalunya itulah yang lantas dijadikan pelajaran penting untuk membangun infrastruktur di negeri ini.
Ia pun berusaha sekeras mungkin untuk membangun lumbung energi di berbagai wilayah di Indonesia. Ia juga menyadari hingga kini masih banyak daerah yang masih belum “merdeka”, karena sejumlah daerah masih belum teraliri listrik.
“Kampung saya itu sekarang cuma tiga jam kalau ke Jakarta lewat tol. Itupun masih banyak yang belum teraliri listrik. Apalagi, kampung saya yang jauh hanya separuh normal listriknya,” ujar Sudirman.
Atas hal itulah, kini ia fokus untuk mengembangkan dan mengejar energi terbarukan untuk menyuplai kebutuhan energi nasional. Ia ingin potensi energi yang besar baru dimanfaatkan hanya sebagian kecil saja. Ia mengurangi diskusi sebatas wacana, untuk mengejar kebutuhan infrastruktur dasar tersebut.
“Di banyak negara maju, energi terbarukan sudah menjadi andalan. Saat ini masih kecil. Di New Zealand pemanfaatannya energi terbarukan sudah 80 persen. Itu potensi besar, tapi pekerjaan rumah juga besar,” kata Sudirman.
Gubernur Ganjar di awal pertemuan sempat mencandai kedatangan Sudirman Said. Menurut Ganjar, ia datang tidak saja hendak berkunjung ke Jateng, tapi ingin menengok kampung halamannya di Brebes.
“Beliau ingin lihat, gubernurnya tanggung jawab enggak sama Brebes,” ujar Ganjar.
Pertemuan Sudirman dengan Ganjar juga dihadiri segenap pihak, terutama BUMN yang bergerak dalam bidang gas, seperti Pertamina dan Perusahaan Gas Negara (PGN). Sudirman memberikan 10 persen partisipating interest (PI) pada Pemprov Jateng dan Pemprov Jabar atas bisnis pengelolaan minyak dan gas. (feb)

