Pemerintah Nobatkan Lima Orang Ini Sebagai Pahlawan
BeritaPrima.com, Jakarta — Lima orang dari berbagai latar belakang dinobatkan pemerintah sebagai pahlawan nasional. Penobatan berlangsung dalam acara resmi yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (5/11) di Jakarta. Penobatan ini menambah jumlah pahlawan nasional menjadi 168 orang.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penganugerahan pahlawan nasional merupakan usulan dari Tim Peneliti dan Pengkajian Gelar Pahlawan (TP2GP) tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
“Setelah dilakukan berbagai macam verifikasi, diputuskan 13 nama yang bisa dibahas di Dewan Gelar. Dari sana, diputuskan empat orang diputuskan sebagai pahlawan nasional tahun ini, ditambah satu yang telah diputuskan sebelumnya,” kata Khofifah, Kamis (5/11) di Jakarta.
Lima orang yang dianugerahi gelar pahlawan hari ini ialah Ki Bagus Hadikusumo, I Gusti Ngurah Made Agung, Komisaris Jenderal (Purn) Moehammad Jasin, Mas Isman, dan Bernard Wilhem Lapian. Adapun penganugerahan gelar tersebut dilakukan berkaitan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November.
Ki Bagus Hadikusumo (1890-1954) merupakan tokoh Muhammadiyah yang memimpin organisasi keislaman itu pada periode 1942-1953. Ki Bagus pernah tergabung dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Gelar pahlawan nasional untuk Ki Bagus telah diputuskan pada 2012.
I Gusti Ngurah Made Agung merupakan tokoh dari Provinsi Bali yang juga mantan Raja Badung VII. Made Agung yang memerintah pada 1902-1906 merupakan figur penting dalam perang puputan Badung melawan kolonial Belanda.
Komisaris Jenderal (Purn) Moehammad Jasin adalah putra Sulawesi Selatan yang menjadi pelopor pendirian polisi istimewa di Surabaya. Polisi istimewa tersebut kemudian menjadi cikal bakal kelahiran Brigade Mobil di tubuh Polri.
Pahlawan berikutnya adalah tokoh Jawa Timur, Mas Isman (1924-1982). Isman dikenal sebagai mantan pejuang yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) di Malang. Isman juga dikenal sebagai pendiri Kosgoro, organisasi yang juga berperan atas lahirnya Partai Golkar.
Pemerintah juga memberikan anugerah pahlawan kepada Bernard Wilhem Lapian, tokoh Minahasa, Sulawesi Utara. Bernard semasa hidupnya pernah mendeklarasikan berdirinya Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM). Organisasi ini dibuat sebagai bentuk perlawanan rakyat Minahasa terhadap penjajah yang bergerak lewat jalur keagamaan.
Penganugerahan tersebut disambut sukacita keluarga dan ahli waris yang mewakili penerimaan gelar itu. Putri pertama M Jasin, Rubianti Asih (70), mengaku bangga dengan almarhum ayahnya. Kiprah dan perjuangan ayahnya layak menjadi teladan aparat kepolisian saat ini.
Hal serupa dirasakan keluarga almarhum Bernard Wilhem Lapian. Anugerah pahlawan, kata Bernard, telah diperjuangkan keluarga sejak lama. Wisya Loisa Gandi Magdalena (81), anak keempat Bernard Lapian, bangga karena jasa perjuangan ayahnya mendapat penghargaan negara. (ren)

