Pengacara: Pembunuhan Angeline Terencana Untuk Raih Keuntungan

Pengacara Agustinus Tay, Hotman Paris.
BeritaPrima, Jakarta - Pengacara Agustinus Tay, Hotman Paris menduga pembunuhan terhadap Angelina dilakukan lebih dari satu orang.
Tak hanya itu, Hotman mengungkapkan bahwa peristiwa pembunuhan yang melibatkan Margarite (MM), dilakukan secara terencana guna menguntungkan salah satu pihak. Pasalnya, nomor rekening BRI yang tertulis dalam Short Message Service (SMS) tidak disertai dengan nama pemilik.
“Kalau sms ini fiktif untuk membujuk para donatur penyumbang, ini sangat relevan seluruh keluarga MM dicekal, berarti ada dugaan ini pembunuhan berencana dan bukan oleh satu orang,” beber Hotman kepada awak media di Kelapa Gading, Minggu (5/7/2015) malam.
Hotman menambahkan, terkait dugaan keterlibatan putri Margarite, Yvone. Berdasarkan keterangan kliennya, Yvone muncul pada 16 Mei, sore hari ketika Angeline dikabarkan hilang. Agus, lanjutnya, mengaku sudah sebulan tidak pernah bertemu dengan Yvone.
“Agus bilang sudah bekerja sebulan, tapi tidak pernah bertemu Yvone, tapi sorenya dia muncul,” imbuhnya.
Sementara Yvone sendiri, papar Hotman, aktif menjalin komunikasi dengan warga negara Australia, CB yang juga berprofesi sebagai pengusaha hotel di Lampung. Ia juga mengaku mendapat informasi bahwa CB bersedia membantu Rp150 juta.
“Ipung bilang kalau CB berkomunikasi dengan Yvone, saya minta agar polisi memproses duit donasi agar ditahan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, keluarga Margarite diduga meminta donasi melalui media sosial untuk Angeline. Tak hanya itu, belakangan juga ditemukan adanya sebuah pesan singkat diduga berasal dari penculik fiktif. (dik)

