Pengantin Baru Ini Selamat Usai Diberondong Peluru Begal
BeritaPrima, Jakarta - Rabu, 8 April 2015 kemarin, mungkin akan menjadi pengalaman pahit yang tak terlupakan bagi Joko Santoso (32). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai SPBU ini nyaris tewas diberondong timah panas oleh sekelompok bandit.
Ya, meski diberondong dengan empat peluru dan dibacok, rupanya takdir berkata lain. Joko masih bisa selamat meski sampai saat ini masih dalam kondisi kritis di RS. Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ari, salah satu kerabat korban mengatakan, saat ini Joko akan kembali menjalani serangkaian operasi untuk mengangkat peluru. Masih ada tiga peluru yang bersarang di tubuh Joko. “Peluru yang masih ada di leher dan empedu. Masih ada tiga lagi kata dokter. Satu sudah dikeluarkan,” ujarnya, Kamis (9/4/2015).
Sampai saat ini istri korban belum diberitahu kasus tersebut. Alasannya, untuk menghindari guncangan jiwa istri korban yang saat ini berada di Magetan, Jawa Timur. “Dia ini pengantin baru. Baru 5 bulan. Kami kasihan kalau nanti stres,” kata Ari menerangkan.
Saat ini, selain kerabat, sejumlah petugas juga masih melakukan penjagaan di kamar korban dirawat. Tak hanya petugas, beberapa pihak dari kelurahan dan SPBU tempat Joko bekerja juga turut mendampingi.
Dari hasil rontgen rumah sakit, selain mengalami sejumlah luka bacok serius, korban juga mengalami empat luka tembak. Di antaranya, dua peluru bersarang di punggung, satu peluru di bawah ketiak sebelah kanan, dan satu lagi berada di paha.
Kejadian ini bermula ketika korban yang sehari-harinya bertugas sebagai pengawas di SPBU 34.16917 Jalan Pekapuran Raya melintas di Jalan Ciherang, Sukatani, Depok.
Korban yang mengendarai Vespa dengan nomor polisi B 4263 ED ini tiba-tiba saja dipepet dua orang tak dikenal yang datang dengan menggunakan motor, Rabu kemarin, sekitar pukul 14.30. Pelaku, kemudian menodongkan senjata ke arah korban dan mengancamnya.
Aksi dua bandit jalanan itu rupanya mendapat perlawanan sengit dari Joko. Mereka pun terlibat duel di pinggir Jalan Ciherang. Lokasinya yang sepi, membuat para pelaku leluasa menjalankan aksi brutalnya itu.
Melihat kenekatan korbannya, pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam. Alhasil, korban pun mengalami luka bacok di bagian tangan. Belum puas, pelaku juga sempat menembak korban. “Yang saya dengar cuma dua letusan. Bunyinya cukup keras. Setelah saya keluar, banyak orang yang berkerumun,” kata Kosasih, salah satu saksi di lokasi kejadian.
Melihat korbannya sudah tak berdaya, pelaku kemudian merampas tas hitam yang dibawa korban. “Uangnya masih selamat, tidak dibawa pelaku. Belum tahu berapa jumlahnya. Yang jelas kasusnya masih kami dalami,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Agus Salim.
Selain memeriksa sejumlah saksi, polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk dari kasus tersebut. (feb)


