BeritaPrima.com, Denpasar - Pihak Polres Gianyar, Bali, nampaknya belum meyakini pengakuan lima lelaki menyatakan sebagai pelaku pembunuhan terhadap seorang tokoh ormas Laskar Bali, Dewa Gede Artawan (31). Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (3/6) pekan lalu, di Banjar Dentiyis, Sukawati, Gianyar.
Kelima lelaki menyerahkan diri itu adalah Wayan BdA (24) asal Denpasar, I Gede SAY (23) asal Tabanan, Kadek Jun (22), asal Abiansemal-Badung, I Made EA (28) asal Dalung-Badung, dan Made PM (32) dari Paguyangan-Denpasar. Polisi menyatakan akan mendalami segala petunjuk dalam kasus itu. Mereka enggan terkecoh dengan pengakuan palsu dan keliru menetapkan tersangka. Sebab dari pemeriksaan awal, penyidik menemukan perbedaan dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, dengan keterangan kelima lelaki itu.
“Kami tidak ingin ada pelaku KW-KW-an. Karena itu, mereka yang mengaku sebagai pelaku pembunuhan ini masih kami kembangkan. Barang bukti dua buah pedang sudah kami periksa ke lab forensik. Kami juga akan menggelar pra rekonstruksi,” kata Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, Rabu (8/6).
Waluya juga menyebutkan masih mendalami beberapa kejanggalan dalam perkara itu. Sebab dari pengakuan kelima lelaki menyerahkan diri pada Selasa (7/6) malam, kejadian terjadi spontan diawali insiden serempetan kendaraan pelaku dan korban di jalan raya. Menurut pengakuan diduga pelaku, mereka tersinggung dimaki pelaku yang merupakan anggota ormas terbesar di Bali. Mereka lantas mengejar korban.
“Semua pengakuan mereka itu sifatnya masih sementara. Masih dibutuhkan keterangan dan bukti lain untuk meng-cross checknya,” ujar Waluya.
Waluya hanya memastikan, kelima lelaki itu merupakan anggota sebuah ormas di Bali.
“Mereka memang seluruhnya anggota ormas juga. Ini yang kita dalami motifnya. Benarkah karena spontanitas saja atau apa,” imbuh Waluya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta