Duh, PDIP Sebut Ada Menteri Jokowi Yang Pesanan Sponsor

PDIP mendukung agar Presiden Jokowi segera melakukan reshuffle kabinet.
BeritaPrima, Jakarta - Partai pengusung pemerintahan Jokowi-JK, PDIP, mencium aroma tak sedap dalam kabinet Jokowi-JK. Sejumlah menteri ditengarai merupakan pesanan sponsor.
Hal ini diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno. Politisi senior ini mengatakan sudah seharusnya Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya.
|
Pilihan Redaksi
|
Hendarawan menilai, ada beberapa menteri salah ditempatkan. Akibatnya, sebagian menteri itu tidak bisa bekerja dan tidak terlihat kemampuannya.
“Ada juga menteri sepak terjangnya dikendalikan konflik kepentingan, terlalu banyak pesan sponsor. Sehingga langkah-langkahnya mau mengikuti nawacita, trisakti, agak kagok,” kata Hendrawan, di gedung DPR, Jakarta, Kamis 30 April 2015.
Mengenai siapa menteri yang banyak pesanan sponsor itu, Hendrawan enggan membeberkannya.
Meski begitu, Hendrawan menyadari evaluasi dan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif seorang Presiden. Namun dia yakin, setiap saat Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi terhadap kabinet.
Dia meminta, evaluasi dilakukan secara komprehensif dan objektif. Sehingga, kalau pun nanti ada reshuffle maka bukan dilakukan karena ada muatan-muatan tertentu.
Baginya waktu enam bulan sudah cukup untuk dilakukan evaluasi itu. Jangan sampai lanjut Hendrawan, kerja para menteri justru tidak bisa menterjemahkan nawacita dan trisakti yang selalu diusung Presiden Joko Widodo.
“Menteri-menteri ini harusnya jalankan program nawacita. Tapi karena punya konflik kepentingan dan jaringan sponsor tidak sesuai amanat nawacita. Menteri jangan dipikir nggak ada sponsornya,” katanya.
Dengan kondisi ini, Hendrawan yang kini duduk di Komisi XI DPR mengatakan, waktu untuk Presiden melakukan evaluasi komprehensif terhadap kinerja menteri, adalah hanya satu tahun ini saja.
“Sebenarnya enam bulan sudah waktu yang cukup untuk menilai. Kadang-kadang dokter kan butuh opini kedua. Karena menterinya juga masih pemanasan. Tapi yang jelas harus tahun ini,” tegas Hendrawan. (dik)

