Hatta Rajasa Pastikan KMP Tidak Akan Jegal Jokowi
BeritaPrima, Jakarta - Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengikuti rapat Presidium Koalisi Merah Putih (KMP) di Bakrie Tower, malam ini. Hatta mengapresiasi pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di Istana Bogor siang tadi.
“Baik saja pertemuan Pak Prabowo dengan Pak Jokowi tadi,” kata Hatta sesaat setelah memasuki arena rapat Presidium KMP, Bakrie Tower, Kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2015).
Hatta menjelaskan, KMP bukannya merapat mendukung pemerintahan usai pertemuan tadi, melainkan KMP memang tak didesain melawan pemerintahan.
“Jangan ada istilah merapat, intinya KMP dari awal tidak didesain menjegal pemerintah,” kata Hatta.
Dinyatakan Hatta, KMP akan mendukung program pemerintah. Namun pihaknya akan tetap mengkritisi program pemerintah yang tak pro-rakyat.
“Lalu bagaimana dengan polemik jadi-tidaknya pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri? Bukankah banyak desakan dari rakyat kepada Jokowi agar tak melantik Budi?” tanya wartawan.
Hatta enggan menjawab pertanyaan tersebut. “Nanti saja,” katanya seraya bergegas masuk lift menuju ruang rapat di lantai 46 gedung tersebut.
Dalam rapat KMP ini, telah hadir Prabowo, Suryadharma Ali dari PPP, Presiden PKS Anis Matta, Tjatur Sapto Edi dari PAN, Sharif Cicip Sutardjo dari Golkar, dan Fadli Zon dari Gerindra. Rapat berlangsung tertutup.
Sementara Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menjelaskan bahwa pertemuan KMP malam ini digagas untuk membicarakan perkembangan politik nasional terakhir. Bedanya, Kamis ini mereka juga akan membicarakan dinamika pemilihan kepala daerah pascapengesahan Perppu Pilkada menjadi undang-undang.
“Kami akan membicarakan perkembangan pasca perppu. Kemarin ada sejumlah agenda revisi,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo tak menampik akan memaparkan hasil pertemuan empat matanya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor siang tadi. “Tentu saya akan ceritakan pertemuan saya dengan presiden,” ucapnya.
Fadli menjelaskan, secara umum pembicaraan Prabowo dan Jokowi berkaitan dengan hiruk-pikuk hubungan antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri. “Prabowo mendukung apapun yang menjadi keputusan presiden karena ini hak prerogatif presiden,” ucapnya. (dik)

