Pembangunan Gedung Bareskrim Rp300 Miliar Dipertanyakan DPR

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J. Mahesa.
BeritaPrima, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J. Mahesa menilai rencana Polri membangun gedung Bareskrim dengan anggaran Rp300 miliar tidak tepat. Karena itu, komisinya akan meminta penjelasan ini pada Kapolri, Jenderal (Pol) Badrodin Haiti.
“Bicara anggaran, tentu kita akan selektif. Ini, kita lihat kebutuhannya bagaimana. Tidak bisa begitu saja membangun gedung,” katanya di DPR RI, Jakarta, Kamis 4 Juni 2015.
Desmond meminta Polri berbenah diri, daripada sibuk menganggarkan pembangunan gedung baru. Menurutnya, saat ini, kinerja Polri belum maksimal sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.
“Minimal ada dua yang harus dibenahi. Pertama, Reskrim, agar jangan mengada-ada kasus yang tidak ada. Kedua, Lantas, jangan mengada-ada juga di jalan,” katanya.
Desmond berharap, polisi bisa meningkatkan pelayanan. Polisi harus bisa melakukan hal itu, karena sudah memiliki instrumen.
“Misalnya peningkatan fungsi peran Sabara. Ini untuk peningkatan Kamtibmas. Benahi dulu pelayanan, daripada bangun gedung baru Rp300 miliar,” katanya.
Seperti diketahui, pembangunan gedung Bareskrim akan memakan waktu sekitar dua tahun. Selain membangun gedung Bareskrim, Polri juga akan mendirikan gedung Laboratorium Forensik di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Gedung Laboratorium Forensik yang kini berada di Mabes Polri akan dipindah ke Sentul. Alasannya, limbah kimia dari Laboratorium Forensik dikhawatirkan mencemari kota kalau berada di Jakarta. Secara detail luas dan tinggi gedung baru Bareskrim yang akan dibangun belum disebutkan. Begitu juga gedung Laboratorium Forensik. (dik)

