Sudah Klimaks, SBY Dinilai Sulit Dongkrak Suara Demokrat

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sulit mengembalikan kejayaan Partai Demokrat.
BeritaPrima, Jakarta – Pengamat politik asal Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago merasa pesimis jika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu mengembalikan kejayaan Partai Demokrat.
“Elektabilitas SBY sudah klimaks, enggak bisa lagi dijual ke pasar,” ujarnya, Jumat (15/5/2015).
|
Pilihan Redaksi
|
Pangi menjelaskan, untuk kasus pemilihan legislatif (pileg) bukan lagi terfokus terhadap figur sosok sentral. Tetapi yang harus dimaksimalkan adalah mesin partai dengan merekruit kader-kader yang potensial.
“Mesin partai yang harus dimaksimalkan, merekruit kader kader yang potensial, mantan camat, lurah, purnawiran dan pensiunan TNI, Polri, intinya yang punya basis sosial di daerah. Enggak perlu terlalu terkonsentrasi mengandalkan menjual figur SBY ketika kampanye. Popularitas itu ada batas klimaksnya, sembari tetap memaksimalkan kader internal untuk mengarap mesin partai,” katanya.
Dalam hal ini, keterpilihan SBY kembali menjadi ketua umum Partai Demokrat dianggap Pangi tak terlalu signifikan mendongkrak Partai Demokrat. Walau dulu ketika Partai Demokrat bisa menang karena figur SBY, namun kalau sekarang masih mengandalkan SBY untuk mengangkat dan mendongkrak elektabilitas partai itu kurang tepat.
“Sekarang kalau masih Demokrat mengandalkan SBY untuk mengangkat dan mendongkrak elektabilitas partai, itu artinya bunuh diri politik,” tegasnya.
Partai Demokrat, sambung Pangi, seharusnya perlu memikirkan secara matang dan canggih terkait strategi politik untuk mengangkat elektibilitas dan memenangkan partai berlambang bintang mercy ini di pemilu 2019.
“Jangan lagi bergantung pada sosok figur. Namun, partai yang canggih sudah bergeser dari ketergantungan figur sentral ke mesin partai. Namun, kalau kedua instrumen itu mau dipakai maka figur yang bisa lewat uji pasar adalah figur baru yang segar dan enerjik,” pungkasnya. (dik)

