Syarief Hasan: Lucu Kalau Demokrat Ikut Nikmati Jatah Menteri

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan.
BeritaPrima, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, kurang elok bagi partainya jika menempati posisi menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, partainya tidak ikut “berkeringat” memenangkan mantan Gubernur DKI Jakarta itu dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014.
|
Pilihan Redaksi
|
“PD (Partai Demokrat) tidak berjuang memenangkan Jokowi, iya kan?. PD tidak dalam koalisi KIH (Koalisi Indonesia Hebat) untuk memenangkan Jokowi. Jadi agak lucu kalau Demokrat ikut menikmati perjuangan itu. Jadi agak lucu rasanya,” kata Syarief saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Sabtu (11/7/2015) malam.
Demokrat, lanjutnya, tahu diri dalam menempatkan posisi. Sehingga tidak mau merampas hak yang seharusnya didapat oleh partai-partai yang berjuang untuk memenangkan Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla.
Pelantikan Pengurus Partai Demokrat
“Nah, silakan kita beri kesempatan untuk partai pengusung berada dalam pemerintahan. Sekalipun itu hak prerogatif Presiden, silakan itu adalah sikap PD. Kita menghormati yang menang, kita beri kesempatan yang menang untuk memerintah bangsa ini,” tegasnya.
Mantan Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah itu membantah bahwa pertanyaannya tersebut adalah bentuk penolakan. Mengingat sejauh ini belum ada permintaan Presiden Jokowi kepada Partai Demokrat untuk menempatkan kadernya di Kabinet Kerja.
“Ya namanya ditolak kalau sudah diminta, enggak ada kaitannya ditolak atau tidak iya kan? Namanya ditolak kalau sudah diminta, ini kan enggak. Ini pertanyaannya, jadi jawaban kami adalah tidak elok rasanya kami tidak berjuang kok ikut-ikutan,” pungkasnya. (dik)

