Terkait Rencana Peminjaman Luar Negeri, Gerindra Menolak

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto

Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto

BeritaPrima, Jakarta - Beredar isu mengenai peminjaman luar negeri yang rencana digunakan untuk membiayai pembangunan. Menanggapi hal tersebut, Fraksi Gerindra menolak pinjaman luar negeri dengan IMF yang terlalu banyak persyaratan. Bagi fraksi, hal ini bisa meyebabkan intervensi pada kebijakan pemerintah yang akan merugikan rakyat dan negara.

“11. Untuk kondisi ini @Fraksi_Gerindra tidak setuju pemerintah melakukan pinjaman luar negeri dengan IMF yang terlalu banyak persyaratan.

12. karena bukan tidak mungkin menyebabkan intervensi pada kebijakan pemerintah yang akan merugikan rakyat dan negara kita,” cuit akun resmi @gerindra pada Jumat (17/4/2015) pukul 13.48.

Selain itu, Fraksi Gerindra menyarankan agar pemrintah menjadwalulangkan kembali pembayaran pokok atau bunga utang luar negeri selama tiga tahun ke depan. Menurut Gerindra, hal itu bisa juga dengan menggali dana dari dalam negeri melalui penjualan obligasi dan surat utang negara ke public. Bagi Gerindra, hal tersebut bertujuan ingin menyelamatkan uang negara dan menghindari utang luar negeri.

“13. @Fraksi_Gerindra menyarankan pemerintah untuk “reschedule” pembayaran pokok atau bunga utang luar negeri untuk masa depan tiga tahun ke depan.

14. Atau dengan menggali dana dari dalam negeri melalui penjualan obligasi dan surat utang negara (SUN) ke public dengan mata uang rupiah.

15. Pemerintah jg harus meninjau kembali proyek infrastruktur yg tidak penting & mendsak efisiensi pembiayaan infrastruktur sebesar 15%.

16. Intinya @Fraksi_Gerindra ingin menyelamatkan uang negara dan hindari utang luar negeri karena itu akan membuat Indonesiatidak berdaulat,” cuit @Gerindra.

(Agil Kurniadi)

(Visited 17 times, 1 visits today)
Kategori: Parpol

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*